Risale-i NurAl-Maktubat

بِاسْمِهِ وَاِنْ مِنْ شَيْءٍ اِلاَّ يُسَبِّحُ بِحَمْدِه۪

Al-Maktubat · hlm. 77

Tanpa alasan, ahli dunia berprasangka buruk terhadap seorang yang lemah dan asing sepertiku, membayangkan aku sekuat ribuan orang, lalu menempatkan aku di bawah banyak sekali pembatasan. Mereka bahkan tidak mengizinkan aku bermalam satu dua malam di Bedre — sebuah dusun bagian dari Barla — dan di sebuah gunung di Barla. Aku mendengar mereka berkata, "Said itu sekuat lima puluh ribu tentara, karena itu kami tidak membebaskannya."

Aku pun berkata: Wahai ahli dunia yang celaka! Sekalipun kalian bekerja untuk dunia dengan segenap kekuatan kalian, mengapa urusan dunia pun tidak kalian ketahui? Kalian memutuskan perkara laksana orang gila. Jika ketakutan kalian berkenaan dengan pribadiku, maka bukan lima puluh ribu tentara — bahkan satu orang prajurit saja dapat berbuat lima puluh kali lebih banyak daripada aku. Yakni, ia dapat berdiri di depan pintu kamarku dan berkata kepadaku, "Engkau tidak boleh keluar."

Jika ketakutan kalian berkenaan dengan jalanku, dengan tugasku sebagai penyeru (dellâl) Al-Qur'an, dan dengan kekuatan maknawi keimanan, maka bukan lima puluh ribu tentara — kalian keliru! Ketahuilah, dari sisi jalan yang kutempuh ini, aku sekuat lima puluh juta! Sebab dengan kekuatan Al-Qur'an Yang Mahabijaksana, aku menantang seluruh Eropa, termasuk kaum tak beragama di antara kalian. Dengan segenap cahaya keimanan yang telah kusebarkan, aku telah meluluhlantakkan benteng-benteng kokoh mereka yang mereka namakan sains-sains positif dan naturalisme. Aku telah menjatuhkan para filosof mereka yang paling besar lagi tak beragama ke derajat yang lebih rendah daripada hewan. Sekalipun seluruh Eropa — yang di dalamnya juga terdapat kaum tak beragama kalian — berhimpun, dengan taufik Allah mereka tak akan mampu memalingkan aku walau dari satu masalah pun dari jalanku itu; insya Allah mereka tak akan dapat mengalahkanku!..

Karena demikian halnya, aku tidak mencampuri dunia kalian, maka janganlah pula kalian mencampuri akhiratku! Sekalipun kalian mencampurinya, itu sia-sia belaka. "Takdir Ilahi tak akan berbalik oleh kekuatan lengan; sebatang pelita yang dinyalakan Sang Maulâ takkan padam oleh tiupan."

Berkenaan dengan diriku, secara luar biasa, ahli dunia amat berprasangka buruk dan hampir-hampir merasa takut. Mereka telah jatuh ke dalam prasangka dengan membayangkan pada diriku hal-hal yang tidak ada padaku — dan yang seandainya pun ada tidak merupakan suatu cacat politik serta tidak menjadi dasar tuduhan — seperti kedudukan syaikh, kebesaran, keturunan bangsawan, pemimpin kabilah, orang berpengaruh, banyak pengikut, bergaul dengan sesama warga negerinya, berkepentingan dengan keadaan dunia, bahkan terjun ke dunia politik, bahkan menjadi penentang — semua perkara yang tidak ada padaku itu. Bahkan pada saat mereka sedang membicarakan pengampunan bagi orang-orang yang — menurut mereka sendiri — tak dapat diampuni, baik yang di dalam penjara maupun yang di luar, aku justru mereka larang dari hampir segala sesuatu. Seorang yang buruk lagi fana memiliki sebuah perkataan yang indah lagi kekal seperti ini: "Jika kezaliman memiliki meriam, peluru, dan benteng; maka kebenaran pun memiliki lengan yang tak terbengkokkan dan wajah yang tak berpaling." Aku pun berkata: "Jika ahli dunia memiliki kekuasaan, keagungan, dan kekuatan; maka pada pelayan Al-Qur'an pun — berkat limpahan karunia Al-Qur'an — terdapat: ilmu yang tak pernah keliru, tutur yang tak pernah terbungkam; hati yang tak pernah tersesat, cahaya yang tak pernah terpadamkan."

Seorang komandan yang mengawasiku bersama banyak sahabat berulang kali bertanya: Mengapa engkau tidak mengajukan permohonan untuk memperoleh surat keterangan? Mengapa engkau tidak menyampaikan surat permohonan?