بِاسْمِه۪ سُبْحَانَهُ وَاِنْ مِنْ شَيْءٍ اِلاَّ يُسَبِّحُ بِحَمْدِه۪ سَلاَمُ اللّٰهِ وَ رَحْمَتُهُ وَ بَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ وَ عَلٰٓى اِخْوَانِكُمْ لاَسِيَّمَا...الخٓره
Al-Maktubat · hlm. 16
Wahai saudara-saudaraku yang mulia! Kini aku tengah berada di Gunung Çam (Çam Dağı), di atas puncak sebuah bukit yang tinggi, pada sebuah persinggahan di pucuk sebuah pohon pinus (çam) yang besar. Aku menjadi liar (menjauh) dari manusia, dan menjadi jinak (akrab) dengan margasatwa rimba. Manakala aku menghasratkan percakapan dengan sesama manusia, dalam khayalku kudapati kalian di sisiku, lalu aku bercakap dari hati ke hati, dan aku pun terhibur bersama kalian. Sekiranya tiada aral, aku berhasrat untuk tinggal seorang diri di sini selama satu-dua bulan. Bila kelak aku kembali ke Barla, sesuai dengan hasrat kalian, kita akan mengupayakan jalan bagi suatu perbincangan lisan — yang lebih kurindukan olehku daripada oleh kalian. Kini, di atas pohon pinus ini, kutuliskan dua-tiga kenangan yang terlintas di benakku.