Risale-i NurAl-Maktubat

بِاسْمِه۪ سُبْحَانَهُ وَاِنْ مِنْ شَيْءٍ اِلاَّ يُسَبِّحُ بِحَمْدِه۪ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ عَلٰى رُفَقَائِكُمْ

Al-Maktubat · hlm. 38

Wahai saudara-saudaraku yang mulia! Malam itu kalian bertanya kepadaku, tetapi aku tidak memberikan jawabannya. Sebab, membahas masalah-masalah keimanan dalam bentuk perdebatan tidaklah dibolehkan. Kalian telah membahasnya dalam bentuk perdebatan. Untuk saat ini, aku menuliskan jawaban yang sangat ringkas atas tiga pertanyaan kalian yang menjadi pokok perdebatan kalian itu. Perinciannya akan kalian temukan di dalam Kelimat yang nama-namanya telah dituliskan oleh Tuan apoteker. Hanya saja, Kelimat Kedua Puluh Enam yang berkenaan dengan takdir dan juz'ul-ikhtiyârî (kehendak parsial) tidak terlintas dalam benakku sehingga tidak kusampaikan kepada kalian; maka lihatlah pula ia, tetapi janganlah kalian membacanya seperti membaca surat kabar. Adapun rahasia mengapa aku menyerahkan agar Tuan apoteker menelaah Kelimat-kelimat itu adalah ini: keraguan-keraguan pada masalah-masalah semacam itu timbul dari lemahnya rukun-rukun iman, sedangkan Kelimat-kelimat itu membuktikan rukun-rukun iman secara sempurna.