Risale-i NurAl-Maktubat

Bagian Keempat (Risalah Keempat)

Al-Maktubat · hlm. 587

Adalah "Tiga Nuktah".

Nuktah Pertama: ditulis sebagai suatu hizib Qur'ani yang amat indah dari jenis wirid, untuk menunjukkan salah satu dari banyak rahasia kata "Al-Qur'an" dalam Al-Qur'an — bahwa (kata itu) pada enam puluh sembilan ayat agung saling memandang dengan tawâfuq di balik halaman yang halus dan sarat makna, dan bahwa ayat-ayat agung itu secara maknawi saling meneguhkan hakikat satu sama lain — dan bagi mereka yang ingin meraih sekaligus pahala tilawah Al-Qur'an, keutamaan zikir, dan ubudiyah tafakur.

Nuktah Kedua: sebagaimana untuk mengisyaratkan salah satu rahasia dari sisi tawâfuq dalam pengulangan kata "Rasul" dalam Al-Qur'an al-Hakîm, kata "Rasul" pada seratus enam puluh ayat saling memandang secara sarat makna dengan tawâfuq (catatan kaki: dalil bahwa pembahasan risalah ini tentang tawâfuq mukjizat dua kata suci itu adalah hakikat murni, adalah bertawâfuqnya seluruh dua kata itu dalam risalah keempat itu. Karena setiap ayat ditulis terpisah di awal baris, seluruh dua kata suci itu bertawâfuq.); demikian pula seratus enam puluh ayat mahaagung itu saling memandang. Sebagai isyarat bahwa ia saling meneguhkan dan membuktikan, ia adalah suatu hizib khusus dari Al-Qur'an sebagai kiraat, zikir, sekaligus pikir. Ia adalah wirid penting bagi mereka yang menginginkan suatu wirid yang luhur, manis, amat berharga, dan amat berkeutamaan.

Nuktah Ketiga: pengulangan Lafzul Jalâl dua ribu delapan ratus enam kali memiliki banyak nuktah. Ia menunjukkan banyak sinar kemukjizatan Al-Qur'an. Nuktah Ketiga ini pun menunjukkan empat sinar kemukjizatannya.