Bagian keenam
Al-Maktubat · hlm. 491
para pemuda. Jika kepemudaan para pemuda ini kekal; maka anggur yang kalian minumkan kepada mereka dengan nasionalisme negatif akan memiliki suatu manfaat dan faedah sementara. Tetapi mabuk lezat kepemudaan itu; dengan tersadar secara pedih oleh ketuaan dan terbangun dengan sesal di pagi ketuaan dari tidur nyenyak itu, sisa mabuk dan derita anggur itu akan membuatnya banyak menangis, dan derita atas lenyapnya mimpi lezat itu akan membuatnya menyesal amat sedih. Ia akan berkata: "Aduh! Kepemudaan telah pergi, umur telah pergi, dan aku pergi ke kubur sebagai orang bangkrut; andai dulu kusadarkan akalku." Gerangan, apakah bagian golongan ini dari semangat kebangsaan adalah menangis dengan sesal dalam waktu yang amat panjang demi melihat suatu kesenangan sementara dalam waktu singkat? Ataukah kebahagiaan dunia dan lezatnya hidup mereka terletak pada — dalam bentuk mensyukuri nikmat kepemudaan yang indah dan manis itu — membelanjakan nikmat itu bukan di jalan kebejatan melainkan di jalan istikamah; mengekalkan kepemudaan fana itu secara maknawi dengan ibadah, dan dengan istikamah kepemudaan itu meraih kepemudaan abadi di Negeri Kebahagiaan (Dârus Sa'âdah)? Jika kau memiliki kesadaran sekecil zarah, katakanlah!..