Risale-i NurAl-Maktubat

Kesimpulannya

Al-Maktubat · hlm. 492

Andai bangsa Turki hanya terdiri atas para pemuda — golongan keenam — dan kepemudaan mereka kekal serta mereka tak memiliki tempat selain dunia, maka tindakan kebarat-baratan kalian di balik tabir Turkisme dapat dihitung sebagai semangat kebangsaan. Kepada orang seperti aku — yang memberi sedikit arti pada kehidupan dunia, memandang pikiran rasialisme sebagai penyakit bak wabah Barat, berupaya mencegah para pemuda dari kesenangan dan hawa nafsu yang tak sah, dan yang lahir ke dunia di negeri lain — kalian dapat berkata "Ia orang Kurdi, jangan ikuti dia", dan kalian dapat memperoleh suatu hak untuk mengatakannya. Tetapi selama anak-anak tanah air yang bernama Turki ini, sebagaimana telah diterangkan tadi, terbagi enam bagian; merugikan lima bagian dan merusak kesenangan mereka, hanya untuk memberi satu bagian saja suatu kesenangan sementara, duniawi, dan berakibat buruk — bahkan memabukkannya; tentu itu bukan persahabatan dengan bangsa Turki itu, melainkan permusuhan. Ya, secara rasial aku tak terhitung Turki; tetapi aku telah dan sedang bekerja dengan segenap kekuatan dan kerinduan sempurna, penuh kasih dan persaudaraan, bagi golongan ahli takwa orang Turki, bagian orang yang tertimpa musibah, kelompok orang tua, golongan anak-anak, serta kelompok orang lemah dan fakir. Adapun para pemuda — golongan keenam — pun aku ingin memalingkan mereka dari perbuatan tak sah yang akan meracuni kehidupan dunia mereka, menghancurkan kehidupan akhirat mereka, dan yang sebagai ganti tawa sejam menghasilkan tangis setahun. Bukan hanya enam-tujuh tahun ini, bahkan sudah dua puluh tahun karya-karya yang kuambil dari Al-Qur'an dan kusebarkan dengan lisan Turki ada di hadapan mata. Ya, Lillâhil-hamd, dengan karya yang dinukil dari tambang cahaya Al-Qur'an al-Hakîm, cahaya yang paling diinginkan golongan orang tua diperlihatkan. Obat paling manjur bagai penawar bagi orang yang tertimpa musibah dan orang sakit diperlihatkan di apotek suci Al-Qur'an. Dan bahwa pintu kubur yang paling membuat orang tua berpikir adalah pintu rahmat dan bukan pintu eksekusi, diperlihatkan dengan cahaya Al-Qur'an itu. Dan di kalbu lembut anak-anak, suatu titik sandaran yang amat kuat menghadapi musibah tak terhingga dan hal-hal berbahaya, serta suatu titik permintaan tolong bagi angan dan hasrat mereka yang tak terhingga, dikeluarkan dari tambang Al-Qur'an al-Hakîm, diperlihatkan, dan dimanfaatkan secara nyata. Dan beban berat kehidupan yang paling menindas dan menyakiti golongan fakir dan lemah, diringankan dengan hakikat imani Al-Qur'an al-Hakîm.

Maka kelima golongan ini — yang merupakan lima dari enam bagian bangsa Turki — kami bekerja demi manfaat mereka. Bagian keenam, yaitu para pemuda. Terhadap yang baik dari mereka kami memiliki persaudaraan yang sungguh-sungguh. Terhadap para mulhid sepertimu kami tak memiliki persahabatan dari segi mana pun! Karena orang-orang yang masuk ke ilhad dan ingin keluar dari kebangsaan Islam — yang mengusung seluruh kebanggaan kebangsaan sejati orang Turki — tak kami ketahui sebagai orang Turki, kami pandang sebagai orang Barat yang masuk ke balik tabir Turki! Karena sekalipun seratus ribu kali mereka mengaku dan mendakwa "kami Turkis", mereka tak dapat menipu ahli hakikat. Sebab perbuatan dan gerak mereka mendustakan dakwa mereka.

Maka wahai orang-orang bermental Barat dan para mulhid yang berupaya mendinginkan saudara-saudaraku yang sejati dariku dengan propaganda kalian! Apa manfaat kalian bagi bangsa ini? Bagian pertama, ahli takwa dan kesalehan — cahayanya kalian padamkan. Bagian kedua yang layak dikasihani dan dirawat — luka-lukanya kalian taburi racun. Dan bagian ketiga yang amat layak dihormati — hiburannya kalian hancurkan, kalian lemparkan ke keputusasaan mutlak. Dan bagian keempat yang amat membutuhkan kasih sayang — seluruh kekuatan maknawinya kalian hancurkan dan kemanusiaan sejatinya kalian padamkan. Dan bagian kelima yang amat membutuhkan pertolongan, bantuan, dan hiburan — harapan dan permintaan tolongnya kalian gagalkan, dan dalam pandangan mereka kalian mengubah kehidupan menjadi rupa yang lebih dahsyat daripada kematian. Dan bagian keenam yang amat membutuhkan peringatan dan kesadaran — kalian minumkan kepadanya, dalam tidur kepemudaan, suatu anggur yang sisa mabuknya amat pedih dan amat dahsyat. Gerangan, inikah semangat kebangsaan kalian yang demi semangat itu kalian korbankan banyak kesucian? Apakah manfaat Turkisme itu bagi orang Turki dengan cara demikian? Seratus ribu kali kami berlindung kepada Allah.

Wahai tuan-tuan! Aku tahu bahwa, tatkala kalian kalah pada sisi kebenaran, kalian merujuk pada kekuatan. Dengan rahasia bahwa kekuatan ada pada kebenaran, dan kebenaran tak ada pada kekuatan; sekalipun kalian jadikan dunia sebagai api di atas kepalaku, kepala yang telah dikorbankan bagi hakikat Al-Qur'an ini tak akan tunduk pada kalian. Dan aku kabarkan pula ini kepada kalian: bukan hanya orang-orang terbatas dan secara maknawi dibenci bangsa seperti kalian, bahkan andai ribuan orang seperti kalian memusuhiku secara materi, aku tak akan mempedulikannya dan tak akan memberi nilai lebih dari sebagian hewan berbahaya. Karena apa yang akan kalian perbuat terhadapku? Perbuatan yang akan kalian lakukan hanyalah dengan mengakhiri hidupku atau dengan merusak khidmatku. Selain dua hal ini aku tak memiliki kaitan dengan dunia. Adapun ajal yang datang menimpa kehidupan, aku telah beriman dengan pasti pada derajat penyaksian bahwa; ia tak berubah, ia telah ditakdirkan. Selama demikian; andai aku mati dengan syahadah di jalan hak, aku tak menghindar, bahkan dengan rindu aku menantinya. Terutama aku sudah tua, aku sukar membayangkan hidup lebih dari setahun. Menukar umur lahiriah setahun dengan umur kekal tak terhingga yang diraih melalui syahadah; menjadi suatu maksud dan tujuan tertinggi bagi orang seperti aku. Adapun khidmat, Lillâhil-hamd, dalam khidmat Al-Qur'an dan iman, Allah dengan rahmat-Nya telah memberiku saudara-saudara sedemikian sehingga; dengan wafatku, sebagai ganti khidmat itu dilakukan di satu pusat, ia akan dilakukan di banyak pusat. Jika lidahku dibungkam dengan kematian; amat banyak lidah yang kuat akan berbicara sebagai ganti lidahku, mereka melanjutkan khidmat itu. Bahkan dapat kukatakan: sebagaimana satu biji, dengan masuk ke bawah tanah dan matinya, menghasilkan kehidupan satu tangkai; sebagai ganti satu biji, seratus biji naik ke kepala tugas. Demikian pula; aku memelihara harapan bahwa kematianku akan menjadi sarana bagi khidmat itu lebih dari kehidupanku!..