Risale-i NurAl-Maktubat

Bagian Pertama

Al-Maktubat · hlm. 188

Yaitu kabar yang diberikan oleh Taurat, Injil, Zabur, dan Shuhuf para nabi — berdasarkan nash Al-Qur'an — mengenai kenabian Ahmadiyah صلى الله عليه وسلم. Ya, karena kitab-kitab itu bersifat samawi, dan karena para pemilik kitab itu adalah para nabi; maka pasti dan tak pelak lagi bahwa mereka membicarakan seorang Zat yang menasakh agama-agama mereka, yang mengubah wujud alam semesta, dan yang menerangi separuh bumi dengan cahaya yang beliau bawa — ini suatu keniscayaan yang pasti. Ya, mungkinkah kitab-kitab yang mengabarkan peristiwa-peristiwa kecil itu tidak mengabarkan peristiwa Muhammadiyah صلى الله عليه وسلم, yang merupakan peristiwa terbesar bagi umat manusia? Maka, karena secara nyata mereka pasti akan mengabarkannya, tentu mereka akan menempuh salah satu dari dua jalan: entah mendustakannya — agar mereka menyelamatkan agama mereka dari kehancuran dan kitab mereka dari nasakh — atau membenarkannya, agar dengan Zat yang haq itu agama mereka terselamatkan dari khurafat dan penyimpangan. Padahal, dengan kesepakatan kawan dan lawan, tidak ada satu tanda pendustaan pun di dalam satu kitab mana pun. Kalau begitu, yang ada adalah pembenaran. Karena secara mutlak terdapat pembenaran, dan karena terdapat suatu 'illat yang pasti serta sebab yang mendasar yang mengharuskan adanya pembenaran itu; maka kami pun akan membuktikannya dengan tiga hujjah yang qath'i yang menunjukkan adanya pembenaran tersebut: