Cahaya-Cahaya Hakikat
Al-Maktubat · hlm. 594
Tak semua tahu apa yang ada di langit
Yang melihatnya adalah pemilik mata (sejati)
Ia berkilau seterang matahari
Hakikatnya bagai samudra
Kalbu tentu mendambakan ketenteraman
Di akhir masa ia telah muncul
Cahaya itu terbit bagi seluruh alam
Bagai firman yang turun dari langit
Keunikannya sungguh nyata
Dialah sultan bagi kalbu
Entah adakah bukti agung
Seperti Bediuzzaman ini
Dari lisannya memancar cahaya
Jin membacanya, manusia membacanya
Bidadari Surga, itulah "Nur" ini
Bagai kekasih di dalam kalbu
Rahasia akhir zaman,