Risale-i NurAl-Maktubat

cahaya pemberitaan gaib —

Al-Maktubat · hlm. 594

alam membuang deritanya

Ia terbit bagai matahari cemerlang

Rahmat turun dari langit

Air mata yang mengalir pun reda

Kekufuran dan kesesatan gentar, mengkerut

Bagai setan yang tak terlihat

Padamlah aktivitas khianat

Runtuhlah kedajalan itu

Islam menemukan keselamatan

Bagai raja yang naik takhta

Wahai singa perkasa yang terluka

Bangunlah dari tidur kelalaian ini

Bagi seluruh alam adalah masa kemakmuran

Bagai abad turunnya Al-Furqan

Di berbagai iklim angin iman

Bertiup, kalbu-kalbu pun bersukacita

Ingin kucium tangan yang wangi mawar itu

Bagai bulbul yang tersenyum

Anak Adam mencari keselamatan

Seruan Yang Mahahak ada di Nur (Risalah Nur)

Wahai raja diraja

Engkaulah bagai sultan bagi kami

Jeritan kami yang naik ke arasy

Kini keadilan kami telah diterima

Ustaz kami yang tercinta itu

Bagai Sulaiman di dalam kalbu

Wahai yang tersempurna di akhir zaman

Engkaulah kekasih Sang Musta'ân (Allah)

Jasad dan nyawa ini kukorbankan untukmu

Bagai kurban di jalan Yang Mahahak

Bertahun-tahun (orang) menanti Said

Engkaulah yang dinanti di dalam kalbu

Nabiku telah memberi kabar

Janganlah tersembunyi dari kami

Jika kemunculanmu tertabiri

Cahayamu yang megah tak dapat disembunyikan

Cahaya itu tak memiliki bayangan

Bagai kekasih di Firdaus

Wahai khatib masa ini

Segenap ada dan ruang menemukan sukacita

Menantimu, tersembunyi maupun nyata

Semua orang sakit, bagai (menanti) Luqman

Kami adalah kurban jalan Nur

Kami adalah harta galaksi (Bimasakti)

Kami adalah asap api itu

Bagai tungku tempat api menyala

Yang elok menyerupai mawar berwarna

Ia meniupkan kesegaran, wangimu berhembus

Engkau menjadi fajar di ufuk kami

Bagai pagi yang benar-benar merekah

Wahai (engkau) yang manifestasinya rahmat nyata

Setidaknya tolonglah kami

(Kalbu) tentu ingin menjadi hambamu

Bagai bibit di kebunmu

Maka kalbu kami selalu tunduk, selalu tunduk

Wahai yang menangis, hentikanlah jeritan

Jangan ada satu napas pun berlalu sia-sia

"Allah cukup (bagiku), selebihnya hanya hawa nafsu."

Mehmed Kayalar

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّح۪يمِيَا اَللّٰهُ يَا رَحْمٰنُ يَا رَح۪يمُ يَا فَرْدُ يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ يَا حَكَمُ يَا عَدْلُ يَا قُدُّوسُ

Demi hak Ismul A'zham, demi kehormatan Al-Qur'an al-Mu'jiz al-Bayân, dan demi kemuliaan Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم, jadikanlah orang-orang yang mencetak Al-Maktubat ini, para penolongnya yang diberkahi, dan para murid Risalah Nur meraih kebahagiaan abadi di Surga Firdaus. Âmîn... Dan jadikanlah mereka senantiasa berhasil dalam khidmat iman dan Al-Qur'an. Âmîn... Dan tuliskanlah ke buku kebaikan mereka seribu kebaikan sebagai ganti setiap huruf Kumpulan Al-Maktubat. Âmîn... Dan anugerahkanlah keteguhan, keberlangsungan, dan keikhlasan dalam menyebarkan Nur (Risalah Nur). Âmîn.

Yâ Arhamar Râhimîn (Wahai Yang Paling Penyayang di antara para penyayang)!.. Jadikanlah seluruh pelajar Risalah Nur bahagia di dua negeri. Âmîn... Peliharalah (mereka) dari kejahatan setan manusia dan jin. Âmîn... Dan ampunilah kekurangan Said yang tak berdaya dan malang ini. Âmîn...

Atas nama seluruh Pelajar Nur

Said Nursî