Contoh Keempat
Al-Maktubat · hlm. 144
Dengan riwayat sahih, Usâmah bin Zaid — yang termasuk panglima pemberani dan pelayan Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم — berkata: Dalam suatu perjalanan, kami bersama Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم. Tak ditemukan tempat yang sunyi lagi terlindung untuk membuang hajat. Beliau bersabda: هَلْ تَرٰى مِنْ نَخْلٍ اَوْ حِجَارَةٍ Aku berkata, "Ya, ada." Beliau memerintahkan dan bersabda: اِنْطَلِقْ وَقُلْ لَهُنَّ اِنَّ رَسُولَ اللّٰهِ يَاْمُرُكُنَّ اَنْ تَاْت۪ينَ لِمَخْرَجِ رَسُولِ اللّٰهِ وَقُلْ لِلْحِجَارَةِ مِثْلَ ذٰلِكَ Yakni, katakanlah kepada pepohonan: "Bersatulah demi hajat Rasulullah صلى الله عليه وسلم," dan katakanlah pula kepada bebatuan: "Berkumpullah bagaikan tembok." Aku pun pergi dan mengatakannya. Aku bersumpah, pepohonan itu bersatu dan bebatuan itu menjadi tembok. Setelah menunaikan hajatnya, Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم kembali memerintahkan: قُلْ لَهُنَّ يَفْتَرِقْنَ Aku bersumpah demi Zat Dzul-Jalâl yang diriku berada dalam genggaman kudrat-Nya, pepohonan dan bebatuan itu berpisah dan pergi ke tempatnya masing-masing. Kedua peristiwa yang dijelaskan oleh Jâbir dan Usâmah ini, secara sama persis juga dikabarkan oleh Ya'lâ bin Murrah, Ghailân bin Salamah ats-Tsaqafî, dan Ibnu Mas'ûd, dalam Perang Hunain.