Risale-i NurAl-Maktubat

Contoh Ketiga

Al-Maktubat · hlm. 415

Aku memiliki seorang saudara akhirat dan murid ahli kalbu bernama Hasan Efendi dari Burdur. Dengan berprasangka baik terhadapku jauh melampaui kadarku, ia menanti pertolongan dariku yang tak berdaya, bagai menanti himmah dari seorang wali besar. Tiba-tiba, tanpa munasabah sama sekali, kuberikan Kelimat Ketiga Puluh Dua kepada seseorang yang tinggal di desa-desa Burdur untuk ditelaah. Kemudian Hasan Efendi terlintas di benakku, kukatakan: "Jika engkau pergi ke Burdur, berikan kepada Hasan Efendi, biarlah ia telaah lima-enam hari." Orang itu pergi, langsung memberikannya kepada Hasan Efendi. Ajal Hasan Efendi tinggal tiga puluh sampai empat puluh hari. Bagai orang yang amat kehausan berpegang tatkala berjumpa air manis bagai air Kautsar; demikian pula ia berpegang pada Kelimat Ketiga Puluh Dua, terus-menerus menelaah dan meraih limpahan, terutama pada pembahasan kecintaan kepada Allah di Maqam Ketiga, sepenuhnya menemukan obat bagi deritanya, dan menemukan padanya limpahan yang ia nanti dari seorang qutub agung. Ia pergi ke masjid dalam keadaan sehat, menunaikan salat, di sana menyerahkan ruhnya kepada Sang Rahmân (rahmatullâhi 'alaih).