Risale-i NurAl-Maktubat

Contoh Pertama

Al-Maktubat · hlm. 154

وَمَا رَمَيْتَ اِذْ رَمَيْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ رَمٰى — dengan nash-nya yang pasti (qath'i), dengan tahkik seluruh mufasir ahli tahkik, dan dengan pemberitaan segenap ahli hadis — ayat ini mengabarkan bahwa pada Perang Badar: Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم mengambil segenggam tanah beserta batu-batu kecil, lalu melemparkannya ke wajah pasukan kafir seraya mengucapkan شَاهَتِ الْوُجُوهُ. Sebagaimana kata شَاهَتِ الْوُجُوهُ yang sepatah kalimat itu sampai ke telinga setiap orang dari mereka; demikian pula segenggam tanah itu sampai ke mata setiap orang kafir. Masing-masing pun sibuk dengan matanya sendiri, dan sementara mereka tadinya menyerbu, tiba-tiba mereka lari.

Dan pada Perang Hunain, para ahli hadis — terkemuka di antaranya Imam Muslim — mengabarkan bahwa: Pada Perang Hunain, tatkala kaum kafir menyerbu dengan dahsyat — sebagaimana di Badar — beliau kembali melemparkan segenggam tanah seraya mengucapkan شَاهَتِ الْوُجُوهُ; maka sebagaimana sepatah kata شَاهَتِ الْوُجُوهُ masuk ke telinga masing-masing mereka, demikian pula — dengan izin Allah — segenggam tanah sampai ke wajah masing-masing mereka. Mereka pun sibuk dengan mata mereka, lalu lari. Demikianlah, peristiwa luar biasa di Badar dan Hunain ini — karena tidak termasuk dalam sebab-sebab yang biasa dan tidak pula di dalam batas kudrat manusia — maka Al-Qur'an Yang Mukjizat Penjelasannya berfirman: وَمَا رَمَيْتَ اِذْ رَمَيْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ رَمٰى Yakni: "Peristiwa itu berada di luar kudrat manusia. Ia terjadi bukan dengan kekuatan manusia; melainkan dengan cara yang luar biasa, dengan kudrat Ilahi."