Contoh Pertama
Al-Maktubat · hlm. 413
Aku sendiri, bukan sepuluh, bukan seratus, melainkan ribuan kali dengan berbagai pengalamanku telah memperoleh keyakinan bahwa: Kalimat dan Cahaya yang datang dari Al-Qur'an, sebagaimana memberi pelajaran kepada akalku, menanamkan pula keadaan iman ke kalbuku, memberi cita rasa iman ke ruhku, dan demikianlah... Bahkan dalam urusan duniawiku; sebagaimana seorang murid seorang syekh pemilik karamah menanti pertolongan dan himmah dari syekhnya untuk hajatnya; aku pun, tatkala menanti hajatku dari rahasia Al-Qur'an al-Hakîm yang penuh karamah, sering kali ia tercapai bagiku dengan cara yang tak kuharapkan dan tak kuduga. Hanya dua contoh kecil dari hal parsial:
Yang satu: kepada seorang tamuku bernama Süleyman — yang penjelasan dan perinciannya lewat di Surat Keenam Belas — seketul roti besar diperlihatkan dengan cara yang luar biasa di puncak pohon katran. Dua hari kami berdua memakan hadiah gaib itu.
Yang kedua: akan kusebutkan persoalan yang amat kecil dan lembut yang terjadi belakangan ini. Yaitu:
Sebelum fajar terlintas di benakku bahwa aku telah mengucapkan perkataan dengan cara yang memberi waswas ke kalbu seseorang; andai kata, kataku, aku melihatnya, kuhilangkan kegoncangan di kalbunya. Pada saat yang sama, sebagian kitabku yang pergi ke Nis kuperlukan; andai kata, kataku, ia sampai ke tanganku. Sesudah salat Subuh aku duduk; kulihat orang yang sama itu masuk dengan potongan kitab itu di tangannya. Kutanya ia: "Apa yang di tanganmu?" Ia berkata: "Aku tak tahu, di depan pintu seseorang memberikannya kepadaku dengan berkata ia datang dari Nis; aku pun membawanya kepadamu." Kukatakan Fasubhanallah; kedatangan orang ini keluar dari rumahnya pada waktu seperti ini dan datangnya Kalimat ini dari Nis, sama sekali tak menyerupai kebetulan. Dan yang memberikan potongan kitab semacam ini ke tangan orang seperti ini pada saat yang sama lalu mengirimnya kepadaku, tentu adalah himmah Al-Qur'an al-Hakîm, demikian kukatakan Alhamdulillah; Yang mengetahui hasrat kalbuku yang paling kecil, tak penting, dan tersembunyi, tentu mengasihaniku, melindungiku; jika demikian aku tak akan mengambil budi dunia seharga lima peser.