Dustur Ketiga
Al-Maktubat · hlm. 311
Jika engkau ingin bermusuhan, musuhilah permusuhan di dalam kalbumu; berupayalah mengangkatnya. Dan yang paling membahayakanmu — musuhilah nafsu ammarah dan hawa nafsumu, serta berupayalah memperbaikinya. Janganlah memusuhi kaum mukmin demi kepentingan nafsu yang membahayakan itu. Jika engkau ingin bermusuhan, orang-orang kafir dan zindik banyak jumlahnya; musuhilah mereka. Ya, sebagaimana sifat kecintaan itu layak dicintai, demikian pula tabiat permusuhan — sebelum segala sesuatu — dirinya sendirilah yang layak dimusuhi.
Jika engkau ingin mengalahkan lawanmu, balaslah keburukannya dengan kebaikan. Karena jika engkau membalas dengan keburukan, permusuhan justru bertambah. Sekalipun secara lahir ia kalah, dalam kalbu ia menautkan kebencian dan melanggengkan permusuhan. Namun jika engkau membalas dengan kebaikan, ia akan menyesal dan menjadi sahabatmu. Sesuai hukum ayat اِذَا اَنْتَ اَكْرَمْتَ الْكَر۪يمَ مَلَكْتَهُ ❊ وَ اِنْ اَنْتَ اَكْرَمْتَ اللَّئ۪يمَ تَمَرَّدًا, sudah menjadi tabiat mukmin untuk bersifat mulia. Dengan penghormatanmu, ia akan tunduk kepadamu. Sekalipun secara lahir tampak hina, dari segi iman ia mulia. Ya, kepada orang buruk jika engkau berkata "Engkau baik, engkau baik," sering kali ia menjadi baik; dan kepada orang baik jika engkau berkata "Engkau buruk, engkau buruk," sering kali ia menjadi buruk. Maka dari itu, dengarkanlah dustur-dustur suci Al-Qur'an seperti وَاِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا ❊ وَاِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُورٌ رَح۪يمٌ; kebahagiaan dan keselamatan ada padanya.