Risale-i NurAl-Maktubat

Isyarat Bernuktah Ketiga

Al-Maktubat · hlm. 100

Mukjizat Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم sangatlah beraneka ragam. Karena risalahnya bersifat umum, maka beliau menjadi tempat kemunculan (mazhar) satu mukjizat dari hampir sebagian besar macam-macam alam semesta. Seumpama, sebagaimana ketika seorang ajudan termulia dari seorang raja yang mulia datang membawa aneka hadiah ke sebuah kota yang merupakan tempat berhimpunnya berbagai bangsa, maka setiap golongan mengirim seorang wakil untuk menyambutnya; menyambutnya dengan ucapan "selamat datang" dalam bahasa golongannya sendiri, dan menyorakinya dengan tepuk-sanjung. Demikian pula: ketika Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم — ajudan terbesar Sang Sultan azali dan abadi — memuliakan alam dengan kedatangannya, datang sebagai utusan bagi jenis manusia yang merupakan penghuni bola bumi, dan membawa cahaya-cahaya hakikat (anwâr) serta hadiah-hadiah maknawi yang berkaitan — dari sisi Khâliq segenap alam semesta — dengan hakikat-hakikat segenap alam semesta; maka setiap golongan, mulai dari batu, air, pohon, hewan, dan manusia, hingga rembulan, matahari, sampai bintang-bintang, dengan bahasanya yang khas masing-masing dan dengan membawa satu mukjizatnya di tangan masing-masing, telah menyoraki nubuwwahnya dengan tepuk-sanjung dan mengucapkan "selamat datang".

Sekarang, untuk membahas keseluruhan mukjizat itu, diperlukan penulisan berjilid-jilid tulisan. Para muhaqqiq yang suci (asfiya) telah menulis banyak jilid mengenai perincian dalil-dalil nubuwwah. Kami hanya akan mengisyaratkan — dalam bentuk isyarat-isyarat global (ijmâlî) — kepada macam-macam menyeluruh dari mukjizat itu yang bersifat pasti dan mutawâtir secara maknawi.

Inilah, dalil-dalil nubuwwah Ahmadiyah صلى الله عليه وسلم, pertama-tama terbagi menjadi dua bagian: Yang pertama: keadaan-keadaan luar biasa yang muncul sebelum nubuwwah dan pada waktu kelahirannya, yang disebut "Irhâshât". Bagian kedua: dalil-dalil nubuwwah lainnya. Bagian kedua ini pun terbagi menjadi dua bagian: Yang pertama: keajaiban-keajaiban yang muncul setelah nubuwwahnya, tetapi sebagai pembenar atas nubuwwahnya. Yang kedua: keajaiban-keajaiban yang beliau menjadi tempat kemunculannya pada Masa Kebahagiaan (Asr-ı Saâdah). Bagian kedua ini pun terbagi menjadi dua bagian: Yang pertama: dalil-dalil nubuwwah yang tampak pada dzatnya, sirahnya, rupanya, akhlaknya, dan kesempurnaannya. Yang kedua: mukjizat-mukjizat yang beliau menjadi tempat kemunculannya pada hal-hal yang bersifat âfâqî (di luar dirinya). Bagian kedua ini pun terbagi menjadi dua bagian: Yang pertama: bersifat maknawi dan Qur'ani. Yang lainnya: bersifat materiil dan kaunî (kealaman). Bagian kedua ini pun terbagi menjadi dua bagian: Yang pertama: mukjizat-mukjizat luar biasa yang muncul pada waktu dakwaan nubuwwah, untuk mematahkan kekeraskepalaan ahli kufur atau untuk menambah kekuatan iman ahli iman. Terdapat dua puluh macam — seperti terbelahnya bulan (Syaqq-ul Qamar), mengalirnya air dari jarinya, mengenyangkan orang banyak dengan sedikit makanan, serta berbicaranya hewan, pohon, dan batu — dan setiap macam berada pada derajat tawâtur maknawi, dan setiap macam pun memiliki banyak satuan (afrad) yang berulang-ulang. Bagian kedua: peristiwa-peristiwa yang beliau kabarkan tentang masa depan; dengan pengajaran Allah Yang Mahabenar, beliau pun mengabarkannya, dan sebagaimana yang beliau kabarkan, ternyata benar-benar terjadi. Nah, kami pun akan mulai dari bagian yang terakhir ini dan menunjukkan sebuah daftar isi yang global (ijmâlî).

{(Catatan Kaki): Sayang sekali, aku tidak dapat menuliskannya sebagaimana yang kuniatkan. Sebagaimana ia terlintas di hati tanpa kehendak, begitulah ia tertulis. Aku tidak dapat sepenuhnya menjaga urutan dalam pembagian ini.}