Isyarat Keenam
Al-Maktubat · hlm. 435
Kini bagiku telah pasti bahwa kebanyakan hidupku berlalu di luar pilihan dan kekuasaanku, kesadaran dan tadbirku, dengan cara sedemikian, dan diberi aliran dengan cara yang begitu ajaib; supaya ia membuahkan risalah jenis ini yang akan berkhidmat kepada Al-Qur'an al-Hakîm. Seakan seluruh hidup ilmiahku berkedudukan sebagai mukadimah persiapan. Dan penampakan kemukjizatan Al-Qur'an dengan Kalimat terjadi dengan cara yang akan menjadi hasilnya. Bahkan tujuh tahun pengasinganku dan keterasinganku, dan penyendirianku yang tanpa sebab dan berlawanan dengan keinginanku, serta menjalani hidupku sendiri di sebuah desa yang berlawanan dengan tabiatku; dan kebencianku serta peninggalanku terhadap banyak ikatan dan kaidah kehidupan sosial yang sejak lama kuakrabi; aku tak lagi ragu bahwa keadaan ini diberikan secara langsung untuk membuatku melakukan khidmat Qur'ani ini dengan cara yang ikhlas dan jernih. Bahkan aku berkeyakinan bahwa sering kali, di balik tabir kegelisahan yang diberikan kepadaku dan tekanan yang zalim terhadapku, oleh suatu tangan inayah, secara penuh kasih, dilakukan untuk membuatku memusatkan pikiran pada rahasia Al-Qur'an dan tak mencerai-beraikan pandangan. Bahkan meski sejak dahulu aku amat rindu menelaah; suatu larangan dan penjauhan dari menelaah seluruh kitab lain diberikan ke ruhku. Yang membuatku meninggalkan telaah — yang menjadi sumber hiburan dan keakraban di negeri asing seperti ini — aku pahami, adalah secara langsung karena ayat-ayat Al-Qur'an adalah guru mutlak.
Lagi pula karya dan risalah yang ditulis — mayoritas mutlaknya — dikaruniakan secara seketika dan tiba-tiba berdasarkan suatu hajat yang lahir dari ruhku, tanpa datang sebab apa pun dari luar. Kemudian tatkala kutunjukkan kepada sebagian sahabatku, mereka berkata: "Ini obat bagi luka zaman ini." Setelah tersebar, aku pahami dari kebanyakan saudaraku bahwa ia berkedudukan sebagai obat yang sesuai dengan kebutuhan zaman ini dan layak bagi deritanya.
Maka keadaan tersebut di luar lingkup ikhtiar dan kesadaranku, dan riwayat hidupku, serta pengkajianku tanpa ikhtiar yang tak lazim dalam berbagai jenis ilmu; untuk berujung pada hasil suci semacam ini, tak menyisakan keraguan padaku bahwa ia adalah suatu inayah Ilahi yang kuat dan kemuliaan rabbani.