Isyarat Kelima
Al-Maktubat · hlm. 434
Meski risalah tersebar amat luas secara umum, mulai dari ulama terbesar hingga orang paling awam, dan mulai dari seorang wali besar ahli kalbu hingga seorang filsuf tak beragama yang paling membangkang — lapisan dan golongan manusia itu, meski melihat dan membaca risalah dan sebagian menerima tamparannya, tak mengkritiknya, dan setiap golongan memanfaatkannya sesuai derajatnya; ini secara langsung suatu jejak inayah rabbani dan karamah Qur'ani. Demikian pula, risalah jenis itu — yang hanya dapat dicapai dengan hasil banyak penelitian dan pengkajian — ditulis dengan kecepatan luar biasa, dan pada waktu-waktu sempit yang mengacaukan pemahaman dan pikiranku; ini pun suatu jejak inayah dan kemuliaan rabbani.
Ya, kebanyakan saudaraku dan seluruh kawan di sisiku serta para penyalin mengetahui bahwa lima bagian Surat Kesembilan Belas ditulis dalam beberapa hari, setiap hari dua-tiga jam, totalnya dua belas jam, tanpa merujuk kitab mana pun; bahkan bagian terpenting, dan bagian keempat yang menunjukkan stempel nubuwah yang nyata pada lafal "Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم", ditulis dari hafalan dalam tiga-empat jam, di gunung, di bawah hujan; dan risalah penting lagi halus seperti Kelimat Ketiga Puluh ditulis dalam enam jam di sebuah kebun; dan Kelimat Kedua Puluh Delapan ditulis dalam satu, paling lama dua jam di kebun Süleyman — kebanyakan risalah demikian; dan sahabat dekatku mengetahui bahwa sejak lama, tatkala aku gelisah dan tertekan, aku tak dapat menerangkan hakikat yang paling jelas pun, bahkan tak mengetahuinya. Terutama jika sakit ditambahkan pada kegelisahan itu, di samping lebih menghalangiku dari pelajaran dan penulisan; Kalimat dan risalah terpenting ditulis pada masaku yang paling gelisah dan sakit, dengan cara yang paling cepat — jika ini bukan secara langsung suatu inayah Ilahi, kemuliaan rabbani, dan karamah Qur'ani, apa lagi?
Lagi pula kitab apa pun, jika membahas hakikat Ilahi dan imani semacam ini, bagaimanapun sebagian persoalan merugikan sebagian manusia, dan karena merugikan, tak setiap persoalan disebarkan kepada setiap orang. Padahal risalah ini; hingga kini tak memberi kerugian kepada siapa pun — meski kutanyakan kepada banyak orang — seperti pengaruh buruk, reaksi sebaliknya, dan kegoncangan benak; ini secara langsung suatu isyarat gaib dan inayah rabbani, yang bagi kami pasti.