Risale-i NurAl-Maktubat

Isyarat Keempat

Al-Maktubat · hlm. 433

Lima puluh sampai enam puluh risalah [Catatan: kini 130] dikaruniakan dengan cara sedemikian sehingga; bukan hanya karya seorang manusia sepertiku yang sedikit berpikir, mengikuti kejadian, dan tak menemukan waktu untuk meneliti; melainkan penulisan dengan cara yang tak dapat dilakukan dengan upaya dan semangat ahli penelitian yang terdiri atas kecerdasan besar sekalipun, menunjukkan bahwa mereka adalah secara langsung suatu jejak inayah. Karena dalam seluruh risalah ini, seluruh hakikat yang dalam diberikan melalui perumpamaan, hingga kepada yang paling awam dan ummi. Padahal kebanyakan hakikat itu, para ulama besar berkata "tak dapat dipahamkan", dan tak dapat memberitahukannya bukan hanya kepada awam, melainkan kepada orang khusus pun.

Maka kemudahan luar biasa dan kegampangan penjelasan yang sampai derajat memberi pelajaran hakikat terjauh dengan cara terdekat kepada orang paling awam — yang ada di tangan seseorang sepertiku yang bahasa Turkinya sedikit, ucapannya rumit, kebanyakan tak dapat dipahami, dan yang sejak lama masyhur bahwa ia menyulitkan hakikat yang jelas pun, dan yang karya-karya lamanya membenarkan kemasyhuran buruk itu — tentu tanpa ragu adalah suatu jejak inayah, tak dapat menjadi keahliannya, adalah suatu manifestasi kemukjizatan maknawi Al-Qur'an al-Karîm, dan suatu perwujudan serta pantulan perumpamaan Qur'ani.