Isyarat Kesembilan
Al-Maktubat · hlm. 142
Salah satu dari sekian jenis mukjizat Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم adalah bahwa pepohonan mematuhi perintahnya seperti manusia, dan bangkit dari tempatnya lalu datang menghampirinya; mukjizat pepohonan ini, seperti mengalirnya air dari jari-jemarinya yang penuh berkah, secara maknawi adalah mutawatir. Ia memiliki beragam bentuk dan datang melalui banyak jalur. Ya, keluarnya pohon dari tempatnya lalu datang menghampiri Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم atas perintahnya, dapat disebut mutawatir secara tegas (sharih). Karena para sahabat — seperti Ali, Ibnu Abbas, Ibnu Mas'ûd, Ibnu Umar, Ya'lâ bin Murrah, Jâbir, Anas bin Mâlik, Buraidah, Usâmah bin Zaid, dan Ghailân bin Salamah, yang termasuk para sahabat shiddîq nan termasyhur — masing-masing dengan penuh kepastian telah mengabarkan mukjizat pepohonan yang sama. Ratusan imam Tabiin, dari setiap sahabat yang disebutkan itu, dengan jalur yang berbeda-beda, telah menukilkan mukjizat pepohonan tersebut. Seolah-olah mereka menukilkannya kepada kita dalam bentuk tawatur yang berlipat ganda. Nah, mukjizat pepohonan ini berkedudukan sebagai tawatur maknawi yang pasti, yang tak menerima keraguan sedikit pun.
Kini, dari mukjizat besar itu — yang telah berulang kali terjadi — akan kami paparkan beberapa bentuknya yang sahih melalui beberapa contoh: