Risale-i NurAl-Maktubat

Jawaban

Al-Maktubat · hlm. 61

Masalah ini telah menjadi pokok pembahasan banyak ahli tahqiq, ahli kasyaf, dan ahli wilâyah. Dalam masalah ini, perkataan adalah milik mereka. Lagi pula, ayat ini memiliki keluasan yang amat besar dan tingkatan-tingkatan yang banyak. Sebagian besar ahli tahqiq berkata: Ia tidak mencakup alam baqa. Adapun sebagian yang lain: Secara seketika, mereka pun dalam waktu yang sangat singkat mengalami semacam kebinasaan. Ia terjadi dalam waktu yang demikian singkatnya, sehingga mereka tidak akan merasa telah pergi ke ketiadaan lalu kembali. Adapun fana mutlak yang dihukumkan oleh sebagian ahli kasyaf yang berpikiran melampaui batas, itu bukanlah hakikat. Sebab, selama Zat Ilahi Yang Mahasuci itu sermedi dan langgeng, maka sudah pasti sifat-sifat dan asma-Nya pun sermedi dan langgeng. Selama sifat-sifat dan asma-Nya langgeng dan sermedi, maka sudah pasti para wujud yang kekal (bâkiyât) dan ahli baqa di alam baqa — yang merupakan cermin, kilau, ukiran, dan mazhar dari asma-asma itu — dengan sendirinya niscaya tidak dapat pergi menuju fana mutlak.

Dari limpahan Al-Qur'an Yang Mahabijaksana, untuk saat ini terlintas dua noktah dalam ingatan; akan kami tuliskan secara ringkas: