Risale-i NurAl-Maktubat

Yang Pertama

Al-Maktubat · hlm. 61

Allah adalah Sang Qadîr Mutlak yang sedemikian rupa, sehingga — ketiadaan (adam) dan wujud, dibandingkan dengan kudrat dan iradah-Nya, laksana dua tempat persinggahan — Dia mengirim dan mendatangkan (sesuatu) ke sana dengan cara yang teramat mudah. Jika Dia berkehendak, dalam sehari; jika Dia berkehendak, dalam sekejap Dia memalingkannya dari sana. Lagi pula, ketiadaan mutlak itu pada dasarnya tidak ada, sebab ada Ilmu yang meliputi segala sesuatu. Dan tiada wilayah di luar lingkaran Ilmu Ilahi, sehingga sesuatu dapat dicampakkan ke sana. Adapun ketiadaan yang berada di dalam lingkaran Ilmu, ialah ketiadaan lahiri, dan ia hanyalah suatu sebutan yang telah menjadi tabir bagi wujud ilmi. Bahkan sebagian ahli tahqiq menamai wujud-wujud ilmi ini sebagai "a'yân tsâbitah". Kalau demikian, pergi menuju fana ialah menanggalkan pakaian lahiri untuk sementara, lalu memasuki wujud maknawi dan wujud ilmi. Yakni, segala yang binasa dan fana itu meninggalkan wujud lahiri, lalu hakikat-hakikatnya mengenakan suatu wujud maknawi; ia keluar dari lingkaran kudrat dan masuk ke dalam lingkaran Ilmu.