Risale-i NurAl-Maktubat

Jawaban

Al-Maktubat · hlm. 420

Termasuk kaidah penting usul syariat: اَلرَّاض۪ى بِالضَّرَرِ لاَ يُنْظَرُ لَهُ Yakni: "Orang yang dengan sadar rida terhadap kerugian tak dikasihi dan tak dipandang demi kepentingannya." Maka aku, sekalipun dengan bersandar pada kekuatan Al-Qur'an al-Hakîm mendakwakan bahwa: "Dengan syarat tak amat hina dan tak berlezat menyebar racun kesesatan bagai ular, aku siap membungkam orang tak beragama yang paling membangkang — sekalipun tak dapat meyakinkannya dalam beberapa jam." Namun menyampaikan hakikat kepada ular-ular berupa manusia yang hati nuraninya telah jatuh ke derajat kehinaan tertinggi — yang dengan sadar menjual agamanya demi dunia dan dengan sadar menukar intan hakikat dengan pecahan kaca kotor lagi berbahaya hingga masuk ke kemunafikan — adalah suatu pelecehan terhadap hakikat. Ia menjadi bagai peribahasa كَتَعْل۪يقِ الدُّرَرِ ف۪ى اَعْنَاقِ الْبَقَرِ. Karena mereka yang melakukan hal ini telah berkali-kali mendengar hakikat dari Risalah Nur. Dan dengan sadar mereka hendak merusak hakikat menghadapi kesesatan kezindikan. Yang demikian berlezat dari racun bagai ular.