Risale-i NurAl-Maktubat

Jawaban

Al-Maktubat · hlm. 449

Golongan Syiah (Ahli Tasyayyu') meyakini keimanannya; mayoritas Ahlus Sunnah tidak meyakininya. Namun yang terlintas dalam kalbuku adalah ini: Abu Thalib mencintai dengan sungguh-sungguh bukan risalah Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم, melainkan pribadi dan diri beliau. Kasih sayang dan kecintaan pribadinya yang demikian sungguh-sungguh itu tentu tidak akan sia-sia. Ya, Abu Thalib — yang dengan sungguh-sungguh telah mencintai, melindungi, dan menunjukkan keberpihakan kepada Kekasih Termulia صلى الله عليه وسلم milik Allah Yang Mahatinggi — sekalipun ia masuk neraka karena tidak membawa iman yang maqbul (yang diterima), bukan karena pengingkaran dan kedegilan, melainkan berdasarkan perasaan seperti rasa malu (hijâb) dan fanatisme kesukuan; maka Dia tetap dapat menciptakan di dalam neraka semacam surga khusus baginya, sebagai ganjaran atas amal-amal kebaikannya. Sebagaimana Dia menciptakan musim semi di sebagian tempat pada musim dingin, dan mengubah penjara menjadi istana bagi sebagian orang — melalui perantaraan tidur — di dalam penjara, demikian pula Dia dapat mengubah neraka khusus itu menjadi semacam surga khusus... وَالْعِلْمُ عِنْدَ اللّٰهِ ❊ لاَ يَعْلَمُ الْغَيْبَ اِلاَّ اللّٰهُ سُبْحَانَكَ لاَ عِلْمَ لَنَٓا اِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَٓا اِنَّكَ اَنْتَ الْعَل۪يمُ الْحَك۪يمُ