Risale-i NurAl-Maktubat

Kata Kedua

Al-Maktubat · hlm. 269

وَحْدَهُ Nah, kata ini menunjukkan suatu martabat tauhid yang gamblang. Kepada suatu bukti yang teramat kuat, yang membuktikan martabat ini pula dalam bentuk yang paling agung, kami mengisyaratkan demikian:

Setiap kali kita membuka mata dan melayangkan pandangan ke wajah alam raya, yang pertama menyentuh mata kita adalah sebuah tatanan yang umum lagi sempurna, dan sebuah timbangan yang menyeluruh lagi teliti. Segala sesuatu berada dalam tatanan yang halus dan timbangan serta ukuran yang teliti. Setiap kali kita mencermati sedikit lebih dalam, sebuah penataan dan penyeimbangan yang senantiasa baru menyentuh mata kita. Yakni: Ada yang mengubah tatanan itu dengan keteraturan, dan memperbarui timbangan itu dengan penimbangan. Segala sesuatu menjadi sebuah model, dan dikenakan padanya rupa-rupa yang teramat beragam, teratur, lagi seimbang. Setiap kali kita lebih mencermati, di balik penataan dan penyeimbangan itu tampak sebuah hikmah dan keadilan. Pada setiap gerak diperhatikan sebuah hikmah dan maslahat, dikejar sebuah haq dan faedah. Setiap kali kita lebih mencermati, manifestasi sebuah kudrat di dalam suatu aktivitas yang teramat penuh hikmah, dan kilau sebuah ilmu yang teramat meliputi yang mencakup setiap keadaan segala sesuatu, menyentuh pandangan kesadaran kita. Berarti tatanan dan timbangan pada segenap wujud ini menunjukkan kepada kita sebuah penataan dan penyeimbangan yang umum, dan penataan serta penyeimbangan itu menunjukkan sebuah hikmah dan keadilan yang umum, dan hikmah serta keadilan itu menunjukkan sebuah kudrat dan ilmu. Berarti Sang Qadîr atas segala sesuatu dan Sang 'Alîm atas segala sesuatu tampak kepada akal di balik tabir-tabir ini. Dan kita memandang awal dan akhir segala sesuatu, khususnya pada jenis makhluk hidup kita melihat bahwa: permulaan, asal, dan akarnya, serta buah dan hasilnya, berada dalam bentuk sedemikian rupa sehingga; seakan-akan benih dan asalnya — dalam bentuk sebuah panduan, sebuah rancangan — mengandung seluruh perkakas wujud itu. Dan pada hasil serta buahnya, kembali seluruh makna makhluk hidup itu tersaring dan terhimpun padanya, meninggalkan riwayat hidupnya padanya. Seakan-akan benih yang menjadi asalnya adalah himpunan undang-undang penciptaannya. Dan buah serta hasilnya kita lihat laksana indeks perintah-perintah penciptaannya. Kemudian kita memandang lahir dan batin makhluk hidup itu. Tampak pengaturan sebuah kudrat yang teramat penuh hikmah, serta pelukisan dan penataan sebuah kehendak yang menembus. Yakni, sebuah kekuatan dan kudrat mengadakan; sebuah perintah dan kehendak mengenakan rupa.

Nah, setiap kali kita mencermati awalnya, segenap wujud adalah lembar panduan sebuah ilmu; setiap kali kita mencermati akhirnya, ia adalah rencana dan pernyataan sebuah Pembuat; setiap kali kita memandang lahirnya, ia adalah busana seni yang teramat berseni lagi selaras dari Sang Pelaku Berkehendak lagi Berkeinginan; dan setiap kali kita memandang batinnya, kita menyaksikan sebuah mesin yang teramat teratur dari Sang Qadîr.

Nah, keadaan dan sifat ini secara niscaya lagi dengan mata kepala mengumumkan bahwa; tak ada satu benda, satu waktu, satu tempat pun yang dapat keluar dari genggaman pengaturan satu Sang Pembuat Dzul-Jalâl. Setiap benda dan segala sesuatu, dengan segala keadaannya, diatur dalam genggaman pengaturan Sang Qadîr lagi Murîd. Dan diperindah dengan penataan serta kelembutan Sang Rahmân Yang Rahîm. Dan dihias dengan hiasan Sang Hannân lagi Mannân. Ya, tatanan, timbangan, penataan, dan penyeimbangan pada alam raya dan segenap wujud ini menunjukkan — kepada yang memiliki kesadaran di kepalanya dan mata di wajahnya — sebuah Zat yang tunggal, esa, Wâhid, Ahad, Qadîr, Murîd, 'Alîm, lagi Hakîm, pada derajat keesaan. Ya, pada segala sesuatu ada kesatuan. Adapun kesatuan menunjukkan Yang Satu. Misalnya, matahari yang menjadi lampu dunia adalah satu; kalau begitu, pemilik dunia pun satu. Misalnya, udara, api, dan air yang menjadi pelayan makhluk hidup di muka bumi adalah satu; kalau begitu, yang memperkerjakan dan menundukkannya bagi kita pun satu.