Risale-i NurAl-Maktubat

Kata Ketiga

Al-Maktubat · hlm. 261

لاَ شَر۪يكَ لَهُ Yakni: Sebagaimana tiada sekutu bagi-Nya dalam uluhiyah dan kesultanan-Nya — "Allah" itu Esa, tidak mungkin berbilang — demikian pula tiada sekutu bagi-Nya dalam rububiyah, dalam pelaksanaan, dan dalam penciptaan-Nya. Kadang terjadi seorang sultan itu satu, tiada sekutu baginya dalam kesultanannya; akan tetapi dalam pelaksanaannya, para pegawainya terhitung sebagai sekutunya, dan mereka menghalangi setiap orang masuk ke hadapannya. Mereka berkata: "Mintalah juga kepada kami." Akan tetapi Allah — Sang Sultan azali dan abadi — sebagaimana tiada sekutu dalam kesultanan-Nya, demikian pula dalam pelaksanaan rububiyah-Nya Dia tidak membutuhkan para penolong ataupun sekutu. Sekiranya bukan karena perintah dan kehendak-Nya, daya dan kekuatan-Nya, tiada sesuatu pun dapat mencampuri sesuatu yang lain. Secara langsung setiap orang dapat memohon kepada-Nya. Karena tiada sekutu dan penolong bagi-Nya, kepada orang yang memohon itu tidak dikatakan: "Terlarang, engkau tidak boleh masuk ke hadapan-Nya."

Nah, kata ini memberi suatu kabar gembira bagi ruh manusia demikian: Ruh manusia yang telah meraih iman — tanpa penghalang, tanpa campur tangan, tanpa penghadang, tanpa rintangan, dalam setiap keadaannya, dalam setiap keinginannya, pada setiap saat, di setiap tempat — dapat masuk ke hadapan Sang Jamîl Dzul-Jalâl, Sang Qadîr Dzul-Kamâl — Yang azali dan abadi, Penguasa perbendaharaan-perbendaharaan rahmat dan Pemilik simpanan-simpanan kebahagiaan — lalu menyampaikan hajat-hajatnya. Dan dengan menemukan rahmat-Nya serta bersandar kepada kudrat-Nya, ia dapat meraih keriangan dan kesukaan yang sempurna.