Kata Keempat
Al-Maktubat · hlm. 261
لَهُ الْمُلْكُ Yakni: Kerajaan itu seluruhnya milik-Nya. Engkau adalah milik-Nya, sekaligus hamba yang dimiliki-Nya, dan engkau pun bekerja di dalam kerajaan-Nya. Kata ini memberi suatu kabar gembira yang menyembuhkan demikian, katanya: Wahai manusia! Janganlah engkau menganggap dirimu sebagai pemilik atas dirimu sendiri. Sebab engkau tidak dapat mengatur dirimu sendiri — beban itu berat. Engkau tidak dapat memelihara dirimu seorang diri, tidak dapat menjaga diri dari segala bencana dan memenuhi kebutuhanmu. Kalau begitu, janganlah engkau jatuh ke dalam kegelisahan yang sia-sia lalu menanggung azab; kerajaan itu milik selain dirimu. Sang Pemilik itu Mahakuasa sekaligus Maha Penyayang; bersandarlah kepada kudrat-Nya, janganlah engkau menaruh curiga terhadap rahmat-Nya. Tinggalkanlah kegundahan, nikmatilah kesenanganmu. Buanglah kepayahan, temukanlah ketenteraman.
Ia juga berkata: Alam semesta ini — yang secara maknawi engkau cintai, engkau pedulikan, engkau bersedih atas kekalutannya, namun tak sanggup engkau perbaiki — adalah kerajaan milik Sang Qadîr Yang Rahîm. Serahkanlah kerajaan itu kepada Pemiliknya, biarkanlah pada-Nya; rasakanlah bukan kesusahannya, melainkan ketenteramannya. Dia Mahabijaksana sekaligus Maha Penyayang. Dia mengatur dan memutar kerajaan-Nya sekehendak-Nya. Ketika engkau dilanda kengerian, ucapkanlah sebagaimana Ibrahim Haqqi: "Mari kita lihat apa yang diperbuat Maulâ; apa pun yang Dia perbuat, indahlah adanya." Saksikanlah dari jendela-jendela, janganlah engkau masuk ke dalamnya.