Kedua
Al-Maktubat · hlm. 109
Dengan riwayat yang sahih, beliau bersabda kepada Hazrat Ali: سَتُقَاتِلُ النَّاكِث۪ينَ وَالْقَاسِط۪ينَ وَالْمَارِق۪ينَ Beliau mengabarkan peristiwa Perang Jamal, peristiwa Perang Shiffîn, dan peristiwa kaum Khawarij.
Dan pada suatu ketika saat Hazrat Ali (r.a.) sedang bersahabat mesra dengan Hazrat Zubair, beliau bersabda: "Orang ini kelak akan memerangimu, tetapi ia berada di pihak yang tidak benar."
Dan beliau bersabda kepada para istri yang suci: "Salah seorang di antara kalian akan memimpin suatu fitnah besar, dan banyak orang akan terbunuh di sekitarnya." وَتَنْبَحُ عَلَيْهَا كِلاَبُ الْحَوْئَبِ Maka hadis-hadis yang sahih dan pasti ini — tiga puluh tahun kemudian — peperangan Hazrat Ali melawan Hazrat Âisyah, Zubair, dan Thalhah dalam Perang Jamal.. melawan Muâwiyah dalam Perang Shiffîn.. dan melawan kaum Khawarij di Haraura dan Nahrawan, merupakan pembenaran nyata atas kabar gaib itu.
Dan kepada Hazrat Ali, beliau mengabarkan tentang "seseorang yang akan membasahi janggutmu dengan darah dari kepalamu." Hazrat Ali mengenali orang itu; ia adalah Abdurrahman ibn Muljam al-Khârijî.
Dan beliau mengabarkan tentang seorang lelaki di kalangan Khawarij yang disebut Dzuts-Tsudayyah, dengan suatu tanda yang aneh sebagai alamat; ternyata orang itu didapati di antara mereka yang terbunuh dari kalangan Khawarij. Hazrat Ali menjadikannya sebagai bukti atas kebenaran dirinya, dan mengumumkan mukjizat Nabi صلى الله عليه وسلم.
Dan Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم — dengan riwayat sahih dari Ummu Salamah dan yang lainnya — telah mengabarkan: "Hazrat Husain akan terbunuh di Thaff, yakni Karbala." Lima puluh tahun kemudian, peristiwa yang mengiris hati itu benar-benar terjadi, dan membenarkan kabar gaib tersebut.
Dan berulang kali beliau mengabarkan: "Ahlul Baitku, sepeninggalku, يَلْقَوْنَ قَتْلاً وَ تَشْر۪يدًا yakni; akan mengalami pembunuhan, bencana, dan pengusiran." Beliau menjelaskannya sampai batas tertentu, dan ternyata terjadi persis seperti itu.
Pada kedudukan ini ada sebuah pertanyaan penting; dikatakan: "Hazrat Ali, dengan kelayakannya yang sedemikian tinggi untuk khilafah, kekerabatannya dengan Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم, serta keberanian dan ilmunya yang luar biasa — mengapa beliau tidak didahulukan dalam khilafah, dan mengapa pada masa khilafahnya Islam mengalami begitu banyak kekacauan?.."