Kedua
Al-Maktubat · hlm. 156
Dalam Perang Besar Badar yang merupakan sumber keajaiban-keajaiban, pedang Ukkâsyah Ibn al-Mihshan al-Asadî patah ketika ia bertempur melawan kaum musyrik. Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم memberinya sebatang tongkat setebal pedang sebagai ganti pedang itu. Beliau berkata: "Berperanglah dengan ini." Tiba-tiba, dengan izin Allah, tongkat itu menjadi sebilah pedang yang panjang dan putih. Dengan pedang itu ia berperang. Sepanjang hidupnya, hingga ia gugur sebagai syahid dalam Perang Yamâmah, ia senantiasa menyandangnya pada lehernya. Peristiwa ini pasti adanya. Sebab, Ukkâsyah sepanjang hidupnya berbangga dengan pedang itu, dan pedang itu masyhur dengan nama "al-'Aun". Maka kebanggaan Ukkâsyah dan kemasyhuran pedang itu dengan nama al-'Aun di atas pedang-pedang lainnya, adalah dua bukti bagi peristiwa ini.