Risale-i NurAl-Maktubat

Ketiga

Al-Maktubat · hlm. 156

Seorang allâmah zaman seperti Ibnu Abdil Barr dan para pembesar ahli tahqiq meriwayatkan dan menyahihkan bahwa: Dalam Perang Uhud, pedang Abdullah Ibn Jahsy—sepupu Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم—patah ketika ia sedang bertempur. Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم memberinya sebatang tongkat. Tongkat itu menjadi sebilah pedang di tangannya. Dengan pedang itu ia berperang. Pedang yang merupakan jejak mukjizat itu tetap lestari. Ibnu Sayyid an-Nâs yang masyhur mengabarkan dalam kitab sirahnya bahwa: Beberapa waktu kemudian, Abdullah menjual pedang itu kepada seorang lelaki bernama Bughâ' at-Turkî seharga dua ratus lira. Maka kedua pedang ini, masing-masing merupakan mukjizat seperti tongkat Mûsâ. Namun tongkat Mûsâ, setelah wafatnya Mûsâ, tidak lagi tersisa segi kemukjizatannya. Sedangkan kedua pedang ini tetap lestari.