Risale-i NurAl-Maktubat

Kepada Ustaz Agung Sang Penakluk Kalbu

Al-Maktubat · hlm. 560

Ustaz yang menaklukkan seluruh kalbuku dengan cahayanya

Kalbuku mengenangmu dengan getaran-getaran suci

Ilhamku hidup kembali dengan kabar pembebasanmu

Dengan kemenangan luhurmu yang menggembirakan kaum mukmin

Awan-awan kelam itu tersibak dari ufuk

Di langit para malaikat merayakan hari raya besar ini

Jihadmu menyelamatkan iman jutaan orang

Kenanganmu menyala terang di kalbu-kalbu yang beriman

Ribuan aforismemu membangkitkan iman

Saat kutelusuri sejarahmu dengan getaran suci

Tajalli keindahanmu memabukkan ilhamku

Sikapmu mengingatkan pada para pemimpin bagai "Sang Penakluk (Fatih)"

Kau tak tergoyah bagai gunung, di hari-hari paling menakutkan

Di hadapan tekanan yang setiap saatnya penuh maut

Iman padamu menebar kegentaran ke seluruh dunia

Bahkan musuh pun kagum pada imanmu yang tak tergoyah

Karena pemandumu adalah "Nabi kita Yang Mahamulia صلى الله عليه وسلم"

Karya abadimu: jejak yang kautunjukkan kepada generasi muda

Kau mencapai limpahan azali Al-Qur'an al-Karim

Kau memberi manusia pelajaran iman dan kesempurnaan

Wahai mahkota yang turun ke kepala-kepala dari ufuk Surga

Alam membutuhkan pengetahuanmu, bimbinganmu

Setiap karyamu memikul cahaya bagai samudra

Kaulah pemandu para Nurcu yang menuju "Allah"

"Kelimat-kelimat (Sözler)" membangkitkan jutaan orang bagai samudra

Mata menyaksikan alam-alam di Surga

Pada setiap kalimat yang penuh hikmah, ada cahaya Al-Qur'an

Pada setiap lem'a, mengalir berkas seribu satu matahari

"Sang Musafir Cahaya" akan menjadi teladan bagi manusia

Kalbu-kalbu akan penuh dengan getaran suci

Semakin hari cita-citanya mencapai kesempurnaan

Alam batinnya tenggelam dalam perjumpaan termanis

Semakin bergolak iman di kalbumu bagai lautan

Al-Qur'an memberi ribuan pelajaran hakikat kepada ruhmu

Ia bebas dari bahaya yang mengepung Islam

Karena perjuangannya bersih dari noda politik

Setiap dorongannya memiliki kekuatan suci

Ia memiliki suara luhur yang memabukkan hati nurani

Semakin kalbu mencapai rahasia azali cinta

Warna-warna penuh cinta menghiasi ufukmu di sana-sini

Kau menaklukkan sebuah negeri dari ujung ke ujung, wahai Nur

Cahayamu akan menjadi dustur bagi seluruh manusia

Al-Qur'an meneguhkanmu dengan mukjizat-mukjizat

Wahai penakluk kalbu yang mulia, terus melajulah tanpa henti

Sejarah hidupmu penuh dengan keajaiban

Bersinarlah bagai matahari di alam, tanpa pernah padam

Kau melambangkan Tata Surya (Manzhûmah Syamsiyah)

Kau melaju dengan kecepatan di angkasa yang megah

Generasi-generasi beriman akan mengikutimu

Bertahun-tahun, berabad-abad mereka akan mengikuti jejakmu

Saat kau melampaui sejarah dengan kecepatan penuh iman itu

Bersama seluruh putra-putramu yang telah melampaui jutaan

Tiba-tiba suatu alam penuh rahasia terbuka di ruhku

Rintihan dalam syairku tak mampu melukiskan cintaku!

Ali Ulvî

[Surat ini adalah sepotong dari sebuah surat yang ditulis dua belas tahun lalu dan dimuat dalam kumpulan Sikke-i Tasdik-i Gaybî. Karena ia menerangkan dua hasil yang besar dan amat suci yang diperoleh Risalah Nur bagi tanah air dan bangsa ini, dan karena pada kenyataannya persis kedua hasil ini telah terlihat penampakannya di negeri ini dan di Alam Islam, surat ini amatlah penting.]

بِاسْمِه۪ سُبْحَانَهُ Risalah Nur, dari sisi menjadi penyelamat maknawi tanah air yang diberkahi ini; kini kurasa telah tiba atau hampir tiba waktunya untuk mulai tampil di dunia pers dan memberi pelajaran, guna menyingkirkan dua bala maknawi yang dahsyat.

Salah satu dari bala dahsyat itu: menghadapi penyerbuan maknawi terhadap tanah air ini oleh arus ketakberagamaan dahsyat yang muncul di utara — yang mengalahkan agama Kristen dan menumbuhkan anarki — Risalah Nur dapat menjalankan tugas suatu benteng Qur'ani bagai benteng Dzulqarnain.

Kedua: diingatkan ke kalbuku bahwa perlu berbicara dengan lisan pers untuk menyingkirkan keberatan dan tuduhan Alam Islam yang amat keras terhadap penduduk tanah air yang diberkahi ini.

Aku tak mengetahui keadaan dunia, tetapi sebagaimana hakikat Risalah Nur adalah suatu benteng menghadapi penyerbuan arus dahsyat yang berkuasa secara menjajah di Eropa dan tak bersandar pada agama-agama samawi, ia pun adalah suatu mukjizat Qur'ani yang menjadi sarana menyingkirkan keberatan dan tuduhan Alam Islam serta Benua Asia saat ini, dan mengembalikan cinta serta ukhuwah mereka yang dahulu.

Para politikus patriot negeri ini perlu segera menyadarkan akalnya lalu mencetak dan menyebarkan Risalah Nur secara resmi, agar ia menjadi perisai menghadapi dua bala ini.

Gerangan, andai selama dua puluh tahun ini tak ada Risalah Nur yang menyebarkan iman tahkiki secara amat kuat di tanah air ini; di abad yang dahsyat ini, dalam revolusi dan ledakan yang menakjubkan, dapatkah tanah air yang diberkahi ini memelihara Al-Qur'an dan imannya secara sempurna dari guncangan-guncangan dahsyat?

Said Nursî