Risale-i NurAl-Maktubat

Kesimpulan

Al-Maktubat · hlm. 244

Sampai di sini adalah atas nama tahkik dan demi memaksakan hujjah kepada lawan. Kelimat-Kelimat setelah ini adalah atas nama hakikat dan demi iman. Ya, tahkik telah berkata demikian, adapun hakikat berkata:

Sebagaimana Penutup Diwan Kenabian — bulan bercahaya dari langit risalah — dengan Mi'raj yang merupakan karamah teragung dan mukjizat terbesar dari wilâyah dalam ubudiyahnya yang naik ke derajat kekasih, yakni dengan menjelajahkan sebuah jasad bumi di langit-langit, menampakkan keutamaan dan kecintaannya kepada penghuni langit dan ahli alam tinggi, serta membuktikan wilâyahnya. Demikian pula: dengan membelah bulan — yang terikat ke bumi dan tergantung di langit — menjadi dua bagian dengan isyarat seorang penghuni bumi, ditampakkan kepada penghuni bumi suatu mukjizat atas risalah penghuni bumi itu sedemikian rupa, sehingga Zat Ahmadi صلى الله عليه وسلم — laksana dua sayap bercahaya bulan yang terbentang — dengan dua sayap bercahaya yakni risalah dan wilâyah, dengan dua sayap bersinar, terbang ke puncak kesempurnaan; hingga naik ke Qâba Qausain, dan menjadi kebanggaan bagi penghuni langit dan penghuni bumi.

عَلَيْهِ وَعَلٰٓى اٰلِهِ الصَّلاَةُ وَالتَّسْل۪يمَاتُ مِـْلاَ اْلاَرْضِ وَالسَّمٰوَاتِسُبْحَانَكَ لاَ عِلْمَ لَنَٓا اِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَٓا اِنَّكَ اَنْتَ الْعَل۪يمُ الْحَك۪يمُ

---

Sepenggal dari Lampiran Mukjizat-Mukjizat Ahmadiyah صلى الله عليه وسلم

(Berkenaan dengan dalil-dalil risalah Ahmadiyah صلى الله عليه وسلم, ini adalah jawaban dalam bentuk indeks ringkas atas pertanyaan mengenai kesulitan pertama dari tiga kesulitan penting di akhir Asas Ketiga Risalah Mi'raj.)