Kesimpulan
Al-Maktubat · hlm. 287
Sebagaimana pada segala sesuatu, misalnya keserupaan dan kesesuaian anggota-anggota penting pada hewan dari sisi asas dan hasil, serta penampakan satu cap keesaan, secara pasti menunjukkan bahwa: Pembuat seluruh hewan adalah satu, Wâhid, lagi Ahad. Demikian pula: pengkhususan yang berbeda-beda pada hewan itu dan penentuan serta pembedaan yang penuh hikmah pada wajah-wajahnya menunjukkan bahwa: Sang Pembuat Yang Esa itu adalah Pelaku Berkehendak lagi Berkeinginan; Ia melakukan yang dikehendaki-Nya, tak melakukan yang tak dikehendaki-Nya; Ia bekerja dengan maksud dan kehendak. Selama petunjuk dan kesaksian atas ilmu Ilahi dan kehendak rabbâni sebanyak bilangan wujud — bahkan sebanyak bilangan keadaan wujud — maka sudah pasti pengingkaran kehendak Ilahi oleh sebagian filsuf, pengingkaran takdir oleh sebagian ahli bid'ah, dakwaan sebagian ahli kesesatan bahwa Ia tak mengetahui perkara-perkara parsial, dan penyandaran sebagian wujud kepada tabiat serta sebab oleh kaum naturalis; adalah kedustaan yang berlipat sebanyak bilangan wujud, dan kegilaan kesesatan yang berlipat sebanyak bilangan keadaan wujud. Sebab yang mendustakan kesaksian jujur tak terhingga, telah melakukan kedustaan tak terhingga.
Nah, kiaskanlah betapa keliru dan menyalahi hakikatnya, dengan sengaja berkata "alamiah, alamiah" sebagai ganti "Insya Allah, Insya Allah" pada pekerjaan yang terwujud dengan kehendak Ilahi…