Kesimpulan
Al-Maktubat · hlm. 302
Pada jalan kesatuan dan iman ada kemudahan pada derajat kewajiban. Pada syirik dan sebab ada kesulitan serta kesukaran pada derajat kemustahilan. Sebab satu Yang Esa, tanpa beban, memberi sebuah keadaan kepada benda-benda yang banyak dan menghasilkan sebuah hasil. Jika pengambilan keadaan itu dan penghasilan hasil itu diserahkan kepada benda-benda yang banyak itu; ketika itu keadaan itu hanya dapat diambil dan hasil itu hanya dapat dihasilkan dengan teramat banyak beban dan teramat banyak gerakan. Misalnya, sebagaimana dikatakan di Surat Ketiga: keadaan langit yang memikat lagi disenangi — yang berarti menggerakkan pasukan bintang di bawah komando matahari dan bulan di medan langit, memberikan peredaran serta aliran yang gemilang lagi penuh tasbih setiap malam dan setiap tahun — serta hasil bumi yang luhur lagi penuh hikmah — yang berarti terwujudnya maslahat besar seperti pergantian musim — jika diserahkan kepada kesatuan; Sang Sultan Azali itu dengan mudah menetapkan seorang prajurit seperti bumi sebagai komandan bagi benda-benda langit demi keadaan dan hasil itu. Ketika itu bumi, setelah menerima perintah, dari kegembiraan kepetugasan bangkit berzikir dan bersama laksana penari Maulawi; dengan sedikit biaya, keadaan indah itu terwujud, dan hasil penting itu terjadi. Jika kepada bumi dikatakan "Berhentilah, jangan campur tangan!"; dan penghasilan hasil serta keadaan itu diserahkan kepada langit; dan ditempuh dari kesatuan menuju kemajemukan serta syirik; maka setiap hari dan setiap tahun, jutaan bintang yang masing-masing ribuan derajat lebih besar daripada bumi harus bergerak, menempuh jarak miliaran tahun dalam dua puluh empat jam dan dalam setahun.