Langkah Ketiga
Al-Maktubat · hlm. 537
Sebagaimana memberi pelajaran مَٓا اَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ وَمَٓا اَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ; tuntutan nafsu adalah senantiasa mengetahui kebaikan dari dirinya lalu masuk ke kebanggaan dan ujub. Pada langkah ini, melihat pada nafsunya hanya cela, kekurangan, ketakberdayaan, dan kefakiran, lalu memahami bahwa seluruh kebaikan dan kesempurnaannya adalah nikmat yang dianugerahkan Sang Fâthir Dzul-Jalâl kepadanya, lalu bersyukur sebagai ganti kebanggaan dan memuji Allah (hamd) sebagai ganti memuji diri. Pada tingkat ini, penyuciannya — dengan rahasia قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰيهَا — adalah: mengetahui kesempurnaannya dalam ketidaksempurnaan, kekuasaannya dalam ketakberdayaan, dan kekayaannya dalam kefakiran.