Risale-i NurAl-Maktubat

Masalah Ketujuh (Risalah Ketujuh)

Al-Maktubat · hlm. 583

Ia menerangkan tujuh inayah Rabbani dengan nama "Tujuh Isyarat", suatu rahasia penting ayat قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِه۪ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ tentang Risalah Nur dan para pelayannya. Dan ia menerangkan tujuh sebab masuk akal untuk menampakkan tujuh inayah ini dalam bentuk tahdîts nikmat (menyebut nikmat sebagai syukur). Sebagai isyarat kepada keajaiban tujuh inayah menyeluruh ini, kami mengetahui beberapa waktu setelah penulisan bahwa — pada saat penulisannya dengan sendirinya — seluruh baris dua halaman diawali dua puluh delapan alif, bertawâfuq dengan tingkat Surat Kedua Puluh Delapan (catatan kaki: menurut naskah aslinya). Orang yang membaca tujuh inayah ini akan mengetahui betapa penting bagian-bagian Risalah Nur dan bahwa ia berada dalam pandangan inayah Ilahi serta perlindungan Rabbani. Tujuh inayah ini bersifat menyeluruh, perinciannya melampaui tujuh puluh.

Di akhirnya, ada jawaban atas suatu pertanyaan rahasia tentang suatu rahasia inayah. Di penutupnya, ia menyingkirkan secara amat pasti waswas yang datang atau mungkin datang tentang tawâfuq yang merupakan inayah pertama dari tujuh inayah. Dan di akhir penutup itu, dalam Nuktah Ketiga, ia mengisyaratkan suatu rahasia rububiyah yang halus dan penting serta suatu rahasia Rahmaniyah yang penting tentang inayah khusus dan inayah umum.