Risale-i NurAl-Maktubat

Mukadimah

Al-Maktubat · hlm. 259

Ketahuilah dengan pasti: Tujuan penciptaan yang tertinggi dan buah fitrah yang termulia adalah iman kepada Allah. Dan martabat kemanusiaan yang paling luhur serta kedudukan bani insan yang paling agung adalah marifatullah — mengenal Allah — yang terkandung di dalam iman kepada Allah. Kebahagiaan jin dan manusia yang paling cemerlang serta nikmatnya yang paling manis adalah muhabbatullah — cinta kepada Allah — yang terkandung di dalam marifatullah itu. Dan kesukaan yang paling murni bagi ruh manusia serta kegembiraan yang paling jernih bagi kalbu insan adalah kelezatan ruhani yang terkandung di dalam muhabbatullah itu. Ya, segala kebahagiaan yang hakiki, kesukaan yang murni, nikmat yang manis, dan kelezatan yang jernih, sudah pasti berada di dalam marifatullah dan muhabbatullah. Semua itu takkan ada tanpanya. Siapa yang mengenal dan mencintai Allah, ia menjadi mazhar — entah secara potensi entah secara nyata — bagi kebahagiaan, nikmat, cahaya, dan rahasia yang tak berhingga. Adapun yang tidak mengenal-Nya dan tidak mencintai-Nya secara hakiki, ia tertimpa — baik secara maknawi maupun secara lahiriah — kesengsaraan, derita, dan waham yang tak berhingga. Ya, di dunia yang kalut ini, di tengah bani insan yang terlunta-lunta, dalam suatu kehidupan yang tak berbuah; dalam keadaan tanpa pemilik dan tanpa pelindung; seorang manusia yang lemah lagi hina, sekalipun ia menjadi sultan atas seluruh dunia, apalah artinya. Nah, di tengah bani insan yang terlunta-lunta ini, di dunia fana yang kalut ini; jika manusia tidak mengenal Pemiliknya dan tidak menemukan Penguasanya, setiap orang akan paham betapa malang lagi limbung tak tentu arahnya ia. Jika ia menemukan Pemiliknya dan mengenal Penguasanya, ketika itu ia berlindung kepada rahmat-Nya dan bersandar kepada kudrat-Nya. Dunia yang tadinya sarang kengerian itu pun berubah menjadi taman rekreasi dan menjadi tempat berniaga.