Risale-i NurAl-Maktubat

Surat Kedua Puluh (Yirminci Mektup)

Al-Maktubat · hlm. 259

بِاسْمِه۪ سُبْحَانَهُ وَاِنْ مِنْ شَيْءٍ اِلاَّ يُسَبِّحُ بِحَمْدِه۪ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّح۪يمِلآَ اِلٰهَ اِلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لاَ شَر۪يكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ يُحْي۪ى وَ يُم۪يتُ وَ هُوَ حَىٌّ لاَ يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَ هُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَد۪يرٌ وَ اِلَيْهِ الْمَص۪يرُ

(Kalimat tauhid ini — yang pengulangannya setelah salat subuh dan maghrib memiliki amat banyak keutamaan, dan menurut suatu riwayat yang sahih mengemban martabat ism-i a'zam (Nama Teragung) — memiliki sebelas kata. Pada setiap katanya terdapat suatu kabar gembira dan berita suka cita, suatu martabat tauhid rububiyah, serta — pada sudut ism-i a'zam — suatu kebesaran keesaan dan suatu kesempurnaan wahdaniyah. Dengan menyerahkan penjelasan hakikat-hakikat yang agung lagi luhur ini kepada Kelimat-kelimat lain, dan berdasarkan suatu janji, untuk sementara dalam bentuk ringkasan yang ringkas; kami akan menyusun "Dua Kedudukan", beserta sebuah "Mukadimah" dan sebuah daftar isi baginya.)