Mukadimah
Al-Maktubat · hlm. 577
Ia menerangkan suatu hakikat yang amat agung tentang penciptaan dan tasarruf Ilahi, dengan hukum-hukum yang mahaagung dan megah. Misalnya: Sang Shâni' Yang Mahabijaksana yang mengganti busana berbulu seekor burung, dengan hukum yang sama mengganti rupa alam semesta pada saat kiamat dan busana alam kesaksian pada hari kebangkitan.
Dan ia menunjukkan bahwa sebuah pohon memiliki sekian banyak buah dan bunga; setiap bunga memiliki sekian banyak tujuan, setiap buah memiliki sekian banyak hikmah.
Adapun "Lima Isyarat": bahwa benda-benda, setelah pergi dari wujud, dari sisi lima hasil penting yang mereka berikan, meskipun dari satu segi tiada, dari lima segi tetap ada. Yakni:
Setiap maujud, setelah pergi dari wujud, makna yang ia ungkapkan dan identitas misalinya yang tetap kekal di belakangnya, tersimpan di alam misal. Dan riwayat hidupnya yang disebut "ketentuan-ketentuan kehidupan (mukadderat-ı hayatiye)" dengan keadaan-keadaan hidupnya, tertulis di lauh misali yang merupakan salah satu buku alam misal. Ia menjadi tempat telaah yang abadi bagi makhluk-makhluk ruhani. Dan seperti amal jin dan manusia, hasil yang akan dikirim ke pasar akhirat dan alam akhirat tetap kekal. Dan berbagai tasbih Rabbani yang mereka lakukan dengan keadaan-keadaan hidupnya tetap kekal. Dan ia meninggalkan di belakangnya banyak hal yang menjadi sandaran bagi tampaknya urusan-urusan Ilahi (syuunat Subhaniyah), lalu ia pergi. Ia menerangkan lima hakikat dalam lima Isyarat ini dengan lima perumpamaan yang masuk akal dan diterima, yang berkedudukan sebagai dalil pasti.