Risale-i NurAl-Maktubat

Peristiwa Kedua

Al-Maktubat · hlm. 184

Termasuk peristiwa yang pasti: tatkala beliau keluar dari gua dan pergi ke arah Madinah, para pemuka Quraisy mengutus — dengan imbalan harta yang besar — seorang yang teramat pemberani bernama Suraqah, agar mengejar dan berusaha membunuh mereka. Tatkala Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم bersama Abu Bakar ash-Shiddiq keluar dari gua dan berjalan, mereka melihat Suraqah datang. Abu Bakar ash-Shiddiq gugup. Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم berkata seperti yang beliau katakan di gua: لاَ تَحْزَنْ اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَا. Beliau memandang Suraqah, lalu kaki kuda Suraqah terbenam ke tanah dan tertahan. Ia lepas lagi, lalu mengejar lagi. Kembali dari tempat terbenamnya kaki kudanya keluar sesuatu seperti asap. Ketika itu ia mengerti bahwa: tak seorang pun, baik ia maupun yang lain, dapat mengganggu beliau. Ia berkata: "El-Eman!" Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم memberinya keamanan. Namun beliau berkata: "Pergilah dan buatlah agar yang lain tak datang!"

Sehubungan dengan peristiwa ini, kami terangkan pula ini: dengan riwayat sahih dikabarkan bahwa seorang penggembala, setelah melihat mereka, pergi ke Mekah untuk mengabari Quraisy. Tatkala ia masuk Mekah, ia lupa untuk apa ia datang. Betapa pun ia berusaha, ia tak dapat mengingatnya. Ia terpaksa kembali. Kemudian ia mengerti bahwa ia dibuat lupa.