Risale-i NurAl-Maktubat

Persoalan Kedua

Al-Maktubat · hlm. 372

Untuk menerangkan "dustur saling mengenal dan saling menolong" yang diisyaratkan ayat mulia ini, kami berkata: sebagaimana sebuah tentara dipilah menjadi divisi, divisi menjadi resimen, resimen menjadi batalion, kompi, hingga ke regu. Supaya hubungan setiap prajurit yang beragam dan tugasnya sesuai hubungan itu dikenal dan diketahui.. supaya individu tentara itu, di bawah dustur saling menolong, menunaikan tugas umum yang hakiki, dan kehidupan sosial mereka terlindung dari serangan musuh. Bukan supaya pemilahan dan pembagian itu menjadikan satu kompi bersaing dengan kompi lain, satu batalion berseteru dengan batalion lain, satu divisi bergerak melawan divisi lain. Persis demikian pula: himpunan sosial Islam adalah suatu tentara besar, terbagi menjadi kabilah dan golongan. Namun mereka memiliki segi kesatuan sebanyak seribu satu "satu-satu". Khâliq mereka satu, Pemberi rezeki mereka satu, Nabi mereka صلى الله عليه وسلم satu, kiblat mereka satu, kitab mereka satu, tanah air mereka satu, satu, satu, satu.. hingga ribuan satu, satu...

Maka sekian banyak "satu-satu" ini menuntut ukhuwah, kecintaan, dan kesatuan. Artinya, pemilahan menjadi kabilah dan golongan — sebagaimana diumumkan ayat ini — adalah demi saling mengenal, demi saling menolong.. bukan demi saling mengingkari, bukan demi saling berseteru!..