Risale-i NurAl-Maktubat

Persoalan Kesepuluh

Al-Maktubat · hlm. 399

[Dengan peringatan dari sebagian sahabat berkenaan dengan para pengunjung, suatu dustur ingin dijelaskan. Karena itu ia ditulis.]

Ketahuilah bahwa yang mengunjungi kami, entah datang dari segi kehidupan dunia; pintu itu tertutup. Atau datang dari segi kehidupan akhirat. Dari segi itu ada dua pintu: entah ia datang dengan menyangka pribadiku diberkahi dan pemilik maqam. Pintu itu pun tertutup. Karena aku tak menyukai diriku, dan orang-orang yang menyukaiku pun tak kusukai. Segala puji bagi Allah, Ia tak membuatku menyukai diriku. Segi kedua, murni dari segi keberadaanku sebagai penyeru Al-Qur'an al-Hakîm. Mereka yang masuk dari pintu ini, kuterima dengan sepenuh hati (di atas kepala dan mata). Mereka pun ada tiga bentuk: entah menjadi sahabat, menjadi saudara, atau menjadi murid.

Ciri dan syarat sahabat adalah ini: hendaklah ia secara pasti menjadi pendukung sungguh-sungguh khidmat kami terhadap Kalimat dan cahaya-cahaya Qur'ani; dan tak menjadi pendukung ketidakadilan, bidah, dan kesesatan dalam kalbunya; serta berupaya memanfaatkannya bagi dirinya.

Ciri dan syarat saudara adalah ini: di samping benar-benar bekerja sungguh-sungguh untuk penyebaran Kalimat, menunaikan lima salat fardu dan tak melakukan tujuh dosa besar (kabair).

Ciri dan syarat kemuridan adalah ini: hendaklah ia merasakan Kalimat sebagai milik dan karangannya sendiri lalu memilikinya, dan mengetahui bahwa tugas hidupnya yang terpenting adalah penyebaran dan khidmatnya.

Maka tiga lapisan ini berkaitan dengan tiga kepribadianku. Sahabat berhubungan dengan kepribadian pribadi dan zatiku. Saudara berkaitan dengan kepribadianku dari titik kehambaan dan ubudiyah. Adapun murid berhubungan dengan kepribadianku dari segi keberadaanku sebagai penyeru Al-Qur'an al-Hakîm dan dalam tugas keguruan.

Perjumpaan ini pun memiliki tiga buah:

Pertama: dari segi penyeruan, mengambil pelajaran permata Qur'ani dariku atau dari Kalimat. Sekalipun hanya satu pelajaran.

Kedua: dari segi ibadah, ia turut memperoleh bagian dari perolehan ukhrawiku.

Ketiga: bersama-sama tertuju ke hadirat Ilahi dengan mengikat kalbu, bergandengan tangan dalam khidmat Al-Qur'an al-Hakîm, memohon taufik dan hidayah.

Jika ia murid; setiap pagi ia senantiasa hadir di sisiku dengan namanya, kadang dengan khayalnya pula, dan turut memperoleh bagian.

Jika ia saudara, beberapa kali dengan nama dan rupa khususnya ia hadir dalam doa dan perolehanku serta turut memperoleh bagian. Kemudian ia masuk ke dalam seluruh ikhwan, dan aku menyerahkannya kepada rahmat Ilahi, sehingga tatkala pada waktu doa aku mengucapkan "ikhwatî wa ikhwânî" (saudara-saudaraku), ia berada di dalamnya. Jika aku tak mengetahuinya, rahmat Ilahi mengetahui dan melihat mereka.

Jika ia sahabat, dan menunaikan faraidh serta meninggalkan kabair, ia termasuk dalam doaku dari segi keseluruhan ikhwan. Tiga lapisan ini pun disyaratkan memasukkan aku ke dalam doa dan perolehan maknawi mereka.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى مَنْ قَالَ اَلْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ الْمَرْصُوصِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا ❊ وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

سُبْحَانَكَ لاَ عِلْمَ لَنَٓا اِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَٓا اِنَّكَ اَنْتَ الْعَل۪يمُ الْحَك۪يمُاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذ۪ى هَدٰينَا لِهٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِىَ لَوْلآَ اَنْ هَدٰينَا اللّٰهُ لَقَدْ جَٓاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ

اَللّٰهُمَّ يَا مَنْ اَجَابَ نُوحًا ف۪ى قَوْمِهِ ❊ وَ يَا مَنْ نَصَرَ اِبْرَاه۪يمَ عَلٰى اَعْدَٓائِهِ ❊ وَ يَا مَنْ اَرْجَعَ يُوسُفَ اِلٰى يَعْقُوبَ ❊ وَ يَا مَنْ كَشَفَ الضُّرَّ عَنْ اَيُّوبَ ❊ وَ يَا مَنْ اَجَابَ دَعْوَةَ زَكَرِيَّٓاءَ ❊ وَ يَا مَنْ تَقَبَّلَ يُونُسَ ابْنَ مَتّٰى نَسْئَلُكَ بِاَسْرَارِ اَصْحَابِ هٰذِهِ الدَّعْوَاتِ الْمُسْتَجَابَاتِ اَنْ تَحْفَظَن۪ى وَ تَحْفَظَ نَاشِرَ هٰذِهِ الرَّسَائِلِ وَ رُفَقَائِهِمْ مِنْ شَرِّ شَيَاط۪ينِ اْلاِنْسِ وَ الْجِنِّ وَ انْصُرْنَا عَلٰٓى اَعْدَٓائِنَا وَ لاَ تَكِلْنَا اِلٰى اَنْفُسِنَا وَ اكْشِفْ كُرْبَتَنَا وَ كُرْبَتَهُمْ وَاشْفِ اَمْرَاضَ قُلُوبِنَا وَ قُلُوبِهِمْ اٰم۪ينَ اٰم۪ينَ اٰم۪ينَ