Persoalan Ketujuh
Al-Maktubat · hlm. 379
Kepada mereka yang menunjukkan semangat kebangsaan berlebihan dalam kebangsaan negatif, kami berkata: Jika kalian benar-benar mencintai bangsa ini dan berbelas kasih kepada mereka, embanlah suatu semangat yang menjadi belas kasih bagi mayoritas mereka. Jika tidak, berkhidmat kepada kehidupan sosial yang lalai dan sementara dari segelintir kecil orang yang tak membutuhkan belas kasih, dengan cara yang tak berbelas kasih terhadap mayoritas, itu bukanlah semangat kebangsaan. Karena semangat kebangsaan yang dilakukan dengan paham keunsuran negatif hanya dapat memberi faedah sementara kepada dua dari delapan bagian bangsa. Mereka meraih belas kasih semangat yang tak layak mereka terima. Adapun enam dari delapan itu, entah orang tua, atau orang sakit, atau tertimpa musibah, atau anak-anak, atau amat lemah, atau orang bertakwa yang amat sungguh-sungguh memikirkan akhirat; mereka ini — yang lebih tertuju kepada kehidupan barzah dan akhirat daripada kehidupan dunia — meminta suatu cahaya, suatu hiburan, suatu belas kasih untuk kehidupan itu, dan mereka membutuhkan tangan-tangan mulia yang bersemangat. Semangat kebangsaan mana yang mengizinkan memadamkan cahaya mereka dan mematahkan hiburan mereka? Aduhai! Di mana belas kasih kepada bangsa, di mana pengorbanan di jalan bangsa?
Harapan tak putus dari rahmat Ilahi. Karena Allah, insya Allah, tak akan menceraiberaikan dengan gangguan sementara tentara megah dan jamaah agung warga ini — yang sejak seribu tahun Ia pekerjakan dalam khidmat Al-Qur'an dan Ia tetapkan sebagai pembawa panjinya. Ia akan kembali menyalakan cahaya itu dan melangsungkan tugasnya...