Risale-i NurAl-Maktubat

Persoalan Pertama

Al-Maktubat · hlm. 468

Bahwa jenis-jenis kemukjizatan Al-Qur'an Yang Mahaagung mencapai empat puluh, telah dibuktikan dengan dalil-dalilnya di Kelimat Kedua Puluh Lima yang bernama I'jâz Al-Qur'an. Sebagian jenisnya secara terperinci, sebagian secara ringkas, telah ditunjukkan bahkan di hadapan para penentang.

Dan bahwa kemukjizatan Al-Qur'an menunjukkan kemukjizatannya secara berbeda-beda menghadapi empat puluh tingkatan dalam tingkatan-tingkatan manusia, telah diterangkan di Isyarat Kedelapan Belas dari Surat Kesembilan Belas, dan telah dibuktikan bagian kemukjizatan yang berbeda-beda bagi sepuluh dari tingkatan-tingkatan itu. Adapun tiga puluh tingkatan lainnya — bahwa Al-Qur'an menunjukkan kemukjizatannya secara berbeda-beda kepada para pemilik berbagai masyrab dari ahli wilayah dan kepada para pemilik berbagai ilmu — iman tahkiki mereka telah menunjukkan, pada derajat ilmul yaqin, ainul yaqin, dan haqqul yaqin, bahwa Al-Qur'an adalah Kalâmullah yang hak. Artinya, masing-masing telah melihat salah satu wajah kemukjizatannya dengan cara yang berbeda-beda. Ya, sebagaimana kemukjizatan yang dipahami seorang wali ahli makrifat tidaklah sama dengan keindahan kemukjizatan yang disaksikan seorang wali ahli cinta ('isyq); manifestasi keindahan kemukjizatan pun berbeda-beda menurut berbagai masyrab. Wajah kemukjizatan yang dilihat seorang allâmah dan imam Ilmu Ushuluddin tidaklah sama dengan wajah kemukjizatan yang dilihat seorang mujtahid dalam furu' syariat, dan seterusnya... Menunjukkan wajah-wajah kemukjizatan mereka satu per satu secara terperinci bukanlah dalam kemampuanku. Daya tampungku sempit, tak dapat meliputinya; pandanganku pendek, tak dapat melihatnya. Karena itu hanya sepuluh tingkatan yang diterangkan, sisanya diisyaratkan secara ringkas. Kini dua tingkatan dari tingkatan-tingkatan itu, yang di dalam Risalah Mukjizat Ahmadiyah صلى الله عليه وسلم sangat membutuhkan penjelasan, pada waktu itu tinggal amat kurang.