Pertanyaan
Al-Maktubat · hlm. 299
Engkau berkata di banyak tempat: "Pada kesatuan ada kemudahan yang teramat tinggi; pada kemajemukan dan syirik terjadi kesulitan tak terhingga. Pada kesatuan ada kemudahan pada derajat kewajiban; pada syirik ada kesukaran pada derajat kemustahilan." Padahal kesulitan dan kemustahilan yang engkau tunjukkan berlaku pula di pihak kesatuan. Misalnya engkau berkata: "Jika zarah bukan petugas; pada setiap zarah harus ada sebuah ilmu meliputi, atau kudrat mutlak, atau mesin serta percetakan maknawi tak terhingga. Ini seratus derajat mustahil." Padahal seandainya zarah itu adalah petugas Ilahi pun, tetap diperlukan penampakan semacam itu.. agar ia dapat menjalankan tugasnya yang teramat teratur lagi tak terhingga. Aku minta penyelesaiannya.