Kalimah Kesebelas
Al-Maktubat · hlm. 297
وَ اِلَيْهِ الْمَص۪يرُ Yakni: Akan dikembalikan dari negeri fana ke negeri kekal, akan pergi ke pusat kerajaan abadi Sang Qadîm lagi Kekal, akan pergi dari kemajemukan sebab kepada lingkaran kudrat Wâhid Dzul-Jalâl, akan berpindah dari dunia ke akhirat. Tempat kembali kalian adalah hadirat-Nya, tempat berlindung kalian adalah rahmat-Nya, dan seterusnya…
Kalimah ini mengungkapkan banyak hakikat semacam ini. Adapun hakikat yang mengungkapkan bahwa kalian akan kembali ke surga dengan kebahagiaan abadi: telah dibuktikan secara amat pasti dengan dua belas bukti pasti lagi yakini Kelimat Kesepuluh dan enam asas Kelimat Kedua Puluh Sembilan yang mengandung teramat banyak dalil pasti, sehingga tak menyisakan kebutuhan pada penjelasan lain. Kedua Kalimat itu telah membuktikan — sepasti matahari yang terbenam akan terbit kembali pada pagi berikutnya — bahwa: kehidupan yang menjadi mentari maknawi dunia ini pun, setelah terbenam dengan hancurnya dunia, akan terbit secara kekal pada pagi kebangkitan. Dan sebagian jin serta manusia akan memperoleh kebahagiaan abadi, dan sebagian lagi memperoleh kesengsaraan abadi. Selama Kelimat Kesepuluh dan Kedua Puluh Sembilan telah membuktikan hakikat ini dengan sempurna, kami serahkan pembicaraan ke sana dan hanya berkata:
Sebagaimana dibuktikan secara pasti pada penjelasan terdahulu: Sang Pembuat Yang Mahabijaksana atas alam raya ini — pemilik ilmu meliputi tak terhingga, kehendak menyeluruh tak terbatas, dan kudrat mutlak tak terhingga — serta Sang Khâliq Yang Maha Penyayang atas manusia ini, dengan seluruh kitab dan firman samawi-Nya telah menjanjikan surga dan kebahagiaan abadi kepada ahli iman dari jenis manusia. Selama Ia telah menjanjikan, sudah pasti Ia akan menunaikannya. Sebab mengingkari janji mustahil bagi-Nya. Sebab tidak menunaikan janji adalah kekurangan yang teramat buruk. Yang Mahasempurna secara mutlak tersucikan dari kekurangan. Tidak menunaikan yang dijanjikan hanya terjadi karena kejahilan atau kelemahan. Padahal karena kejahilan dan kelemahan mustahil bagi Sang Qadîr Mutlak lagi Sang 'Alîm atas segala sesuatu, maka mengingkari janji pun mustahil.
Dan mula-mula Kebanggaan Alam صلى الله عليه وسلم, lalu seluruh nabi, wali, asfiya, dan ahli iman, terus-menerus memohon dan merayu kebahagiaan abadi yang dijanjikan itu kepada Sang Rahîm lagi Kerim. Dan mereka memintanya bersama seluruh asma'ul husna. Sebab mula-mula kasih dan rahmat-Nya, keadilan dan hikmah-Nya, nama Rahmân dan Rahîm, 'Âdil dan Hakîm, serta rububiyah dan kerajaan-Nya, nama Rabb dan Allah, dan sebagian besar asma'ul husna, menuntut dan mengharuskan lingkaran akhirat serta kebahagiaan abadi, dan bersaksi serta menunjukkan terwujudnya. Bahkan — sebagaimana dibuktikan pada Kelimat Kesepuluh — segenap wujud dengan seluruh hakikatnya mengisyaratkan negeri akhirat. Dan firman teragung yaitu Al-Qur'an Yang Mahabijaksana, dengan ribuan ayat dan buktinya serta dalil-dalilnya yang jujur lagi pasti, menunjukkan dan mengajarkan hakikat itu. Dan Kekasih Termulia صلى الله عليه وسلم yang menjadi kebanggaan jenis manusia, dengan bersandar pada ribuan mukjizat terang, sepanjang hidupnya, dengan segenap kekuatannya, telah mengajarkan, membuktikan, mengumumkan, melihat, dan menunjukkan hakikat itu.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَيْهِ وَ عَلٰٓى اٰلِه۪ وَ صَحْبِه۪ بِعَدَدِ اَنْفَاسِ اَهْلِ الْجَنَّةِ فِى الْجَنَّةِ وَ احْشُرْنَا وَ نَاشِرَهُ وَ رُفَقَائَهُ و َصَاحِبَهُ سَع۪يدًا وَ وَالِد۪ينَا وَ اِخْوَانَنَا وَ اَخَوَاتِنَا تَحْتَ لِوَٓائِه۪ وَارْزُقْنَا شَفَاعَتَهُ وَ اَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ اٰلِه۪ وَ اَصْحَابِه۪ بِرَحْمَتِكَ يَٓا اَرْحَمَ الرَّاحِم۪ينَ اٰم۪ينَ اٰم۪ينَرَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا اِنْ نَس۪ينَٓا اَوْ اَخْطَاْنَا ❊ رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُرَبِّ اشْرَحْ ل۪ى صَدْر۪ى ❊ وَيَسِّرْ ل۪ى اَمْر۪ى ❊ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَان۪ى ❊ يَفْقَهُوا قَوْل۪ى ❊ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّم۪يعُ الْعَل۪يمُ ❊ وَ تُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّح۪يمُسُبْحَانَكَ لاَ عِلْمَ لَنَٓا اِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَٓا اِنَّكَ اَنْتَ الْعَل۪يمُ الْحَك۪يمُ
---
Lampiran bagi Kalimah Kesepuluh Surat Kedua Puluh
بِاسْمِه۪ سُبْحَانَهُ وَاِنْ مِنْ شَيْءٍ اِلاَّ يُسَبِّحُ بِحَمْدِه۪ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّح۪يمِاَلاَ بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ❊ ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلاً رَجُلاً ف۪يهِ شُرَكَٓاءُ مُتَشَاكِسُونَ