Pertanyaan Kedua
Al-Maktubat · hlm. 3
Di dalam Al-Furqân Yang Mahabijaksana, melalui ayat-ayat seperti اَلَّذ۪ى خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلاً dipahamkan bahwa "Kematian pun, sebagaimana kehidupan, adalah makhluk yang diciptakan, sekaligus suatu nikmat." Padahal secara lahiriah kematian itu adalah peruraian, ketiadaan, pembusukan, padamnya kehidupan, penghancur segala kelezatan.. bagaimana mungkin ia menjadi makhluk dan menjadi nikmat?