Risale-i NurAl-Maktubat

Rahasia Kedua

Al-Maktubat · hlm. 294

Bahwa perbedaan kuiditas dan ketakterikatan menjadi sebab kemudahan ialah demikian: Sang Pembuat alam raya sudah pasti bukan dari jenis alam raya. Kuiditas-Nya tak menyerupai kuiditas apa pun. Kalau begitu: penghalang dan ikatan di lingkaran alam raya tak dapat menghalangi-Nya; tak dapat mengikat pekerjaan-Nya. Ia dapat menguasai dan memutar seluruh alam raya sekaligus. Seandainya perbuatan yang tampak di wajah alam raya diserahkan kepada alam raya, ia akan menimbulkan kesulitan dan kekacauan sedemikian rupa sehingga; tak tersisa keteraturan, bahkan tak sesuatu pun tersisa dalam wujud; bahkan tak dapat terwujud. Misalnya: sebagaimana jika keahlian seni pada kubah berlengkung diserahkan kepada batu-batu kubah itu, dan pengaturan sebuah batalion yang menjadi tugas seorang perwira dibiarkan kepada para prajurit; entah ia tak terwujud sama sekali, atau mengambil keadaan tak teratur di tengah banyak kesulitan dan kekacauan. Padahal jika untuk memberi posisi kepada batu-batu kubah itu diserahkan kepada seorang tukang yang bukan dari jenis batu, dan pengaturan para prajurit di batalion diserahkan kepada seorang perwira yang dari sisi tingkatan memiliki kuiditas keperwiraan; maka seni menjadi mudah, dan pengaturan pun menjadi lancar. Sebab batu dan prajurit saling menghalangi; adapun tukang dan perwira memandang serta mengatur setiap titik tanpa penghalang.

Nah, وَلِلّٰهِ الْمَثَلُ اْلاَعْلٰى kuiditas suci Wâjib al-Wujûd bukan dari jenis kuiditas makhluk. Melainkan seluruh hakikat alam raya adalah sinar nama Haq yang termasuk asma'ul husna dari kuiditas itu. Selama kuiditas-Nya yang suci sekaligus Wâjib al-Wujûd, terlepas dari materi, dan berbeda sama sekali dari seluruh kuiditas; tak ada bandingan, misal, dan tandingan bagi-Nya. Sudah pasti, dibanding kudrat azali Zat Dzul-Jalâl itu, pengaturan dan pemeliharaan seluruh alam raya; semudah satu musim semi, bahkan satu pohon. Kebangkitan teragung dan negeri akhirat, pengadaan surga dan neraka; semudah menghidupkan kembali pohon-pohon yang mati di musim gugur pada satu musim semi.