Risale-i NurAl-Maktubat

Reşha Keenam

Al-Maktubat · hlm. 232

Maka sosok itu — karena menjadi pembawa kabar dan kabar gembira kebahagiaan abadi, penyingkap dan pengumum rahmat tak terhingga, penyeru serta penyaksi keindahan kerajaan rububiyah, dan penyingkap serta penunjuk khazanah asma Ilahi — maka jika engkau memandangnya demikian, yakni dari sisi ubudiyahnya, engkau akan melihatnya sebagai misal kecintaan, lambang rahmat, kemuliaan insaniyah, dan buah paling bercahaya dari pohon penciptaan. Jika engkau memandangnya demikian, yakni dari sisi risalahnya, engkau akan melihatnya sebagai bukti Al-Haqq, pelita hakikat, mentari hidayah, dan sarana kebahagiaan. Nah, lihatlah: bagaimana cahayanya, laksana kilat yang menyambar, menerangi dari timur hingga barat, dan separuh bumi serta seperlima manusia menerima hadiah hidayahnya lalu menjadikannya jimat jiwa. Ada apa dengan nafsu dan setan kita, sehingga tak menerima "Lâ ilâhe illâllah" — yang menjadi dasar seluruh dakwaan sosok semacam ini — beserta segala tingkatannya?