Risale-i NurAl-Maktubat

Reşha Kelima

Al-Maktubat · hlm. 231

Dan dengan cahaya itu; gerak, keragaman, pergantian, dan perubahan di alam raya keluar dari ketakbermaknaan, kesia-siaan, dan permainan kebetulan, lalu naik ke derajat surat-surat rabbâni, lembar-lembar ayat penciptaan, cermin-cermin asma Ilahi, dan alam pun naik ke derajat kitab hikmah Shamadâni. Dan kelemahan serta kefakiran tak terhingga yang menjatuhkan manusia ke bawah seluruh hewan, serta akal — yang menjadi pengantar duka, derita, dan gundah, yang membuat manusia lebih malang daripada segala hewan — tatkala bercahaya dengan cahaya itu, manusia naik ke atas seluruh hewan dan seluruh makhluk. Dengan kelemahan, kefakiran, dan akal yang telah bercahaya itu, dengan munajat, ia menjadi sultan nan elok, dan dengan rintihan, ia menjadi khalifah bumi nan bermartabat. Berarti, tanpa cahaya itu, alam raya, manusia, bahkan segala sesuatu, jatuh menjadi kehampaan. Ya, sudah pasti pada alam raya yang seindah ini diperlukan sosok seperti itu. Jika tidak, niscaya alam raya dan langit tak perlu ada.