Risale-i NurAl-Maktubat

Rumus Keempat

Al-Maktubat · hlm. 337

Sebagaimana kami katakan di banyak tempat: sebagaimana seorang raja memiliki berbagai lingkaran organisasi yang berbeda-beda, yang lahir dari berbagai gelar dan sifat seperti sultan, khalifah, hakim, dan panglima; demikian pula Allah memiliki berbagai macam tajalli dari asma-Nya yang mulia, yang tak terhitung dan tak terbilang. Keberagaman dan perbedaan makhluk lahir dari keberagaman tajalli itu. Maka sesuai rahasia bahwa setiap pemilik kesempurnaan dan keindahan secara fitri ingin melihat dan menunjukkan keindahan serta kesempurnaannya; asma yang beragam itu pun — karena kekal dan sermedi — menghendaki penampakan secara abadi atas nama Zat Yang Mahasuci; yakni ingin melihat ukiran-ukirannya; yakni ingin melihat dan menunjukkan manifestasi keindahan dan pantulan kesempurnaannya pada cermin ukiran-ukirannya; yakni menuntut agar kitab besar alam semesta dan aneka surat makhluk disegarkan dari saat ke saat; yakni ditulis dengan makna baru demi baru; yakni ribuan surat yang berbeda-beda ditulis pada satu halaman, dan setiap surat — di samping ditampakkan ke hadapan penyaksian Zat Yang Mahasuci dan Yang Dinamai Mahasuci — juga ditunjukkan dan dibacakan ke hadapan penelaahan seluruh yang berkesadaran. Perhatikanlah syair yang penuh hakikat yang mengisyaratkan hakikat ini:

Lembaran-lembaran kitab alam adalah jenis-jenis yang tak terbilang;

Huruf dan kalimatnya pun individu-individu yang tak terbatas;

Tertulis di bengkel Lauh Mahfuz hakikat,

Setiap wujud di alam adalah lafal bermakna yang mewujud. تَاَمَّلْ سُطُورَ الْكَائِنَاتِ فَاِنَّهَا ❊ مِنَ الْمَـَلاِ اْلاَعْلٰى اِلَيْكَ رَسَٓائِلُ